NalarSulut—Kebuntuan dalam proses penjaringan calon Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan akhirnya terpecahkan. Setelah sempat memunculkan kekhawatiran akan minimnya minat generasi muda untuk memimpin organisasi, dua pemuda resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan, Minggu, 02 Agustus 2026.
Kedua figur tersebut adalah Ridho Achmadi (24) dan Ferli Bachtiar (23). Kehadiran mereka sekaligus menandai dimulainya cikal bakal kontestasi kepemudaan dalam agenda Musyawarah Besar ke-III Karang Taruna Tobayagan Selatan, yang sebelumnya berjalan tanpa dinamika berarti.
Sebelumnya, tahapan pendaftaran yang dibuka oleh Badan Pekerja Pemilihan Umum (BP2U) Karang Taruna Tobayagan Selatan sempat menjadi sorotan. Hingga mendekati batas waktu pendaftaran, belum ada satu pun pemuda yang menyatakan kesediaannya untuk maju sebagai calon ketua. Kondisi tersebut memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat mengenai tantangan regenerasi kepemimpinan di tubuh Karang Taruna.
Namun, situasi berubah pada hari terakhir. Ridho Achmadi dan Ferli Bachtiar tampil dengan keberanian mengambil tanggung jawab untuk bersaing memperebutkan amanah memimpin organisasi kepemudaan tersebut.
Ketua BP2U, Aksa Mokodompit, mengapresiasi keberanian kedua bakal calon yang telah mengambil langkah maju untuk mengikuti proses demokrasi di internal organisasi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Ridho Achmadi dan Ferli Bachtiar yang telah menunjukkan keberanian untuk maju. Ini menjadi sinyal bahwa semangat regenerasi di Karang Taruna masih hidup. Harapan kami, seluruh tahapan berikutnya dapat berjalan dengan tertib, penuh sportivitas, dan mengedepankan adu gagasan, bukan adu kepentingan,” ujar Aksa.
Ia menjelaskan, setelah proses pendaftaran, BP2U akan melanjutkan tahapan verifikasi administrasi, penetapan bakal calon menjadi calon tetap, penyampaian visi dan misi, hingga pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) yang akan menentukan Ketua Umum Karang Taruna Tobayagan Selatan periode berikutnya.
Menurutnya, panitia berkomitmen menjalankan seluruh tahapan sesuai mekanisme organisasi serta memberikan ruang yang sama bagi setiap kandidat untuk menyampaikan gagasan kepada peserta musyawarah.
Sementara itu, Majelis Pertimbangan Karang Taruna Tobayagan Selatan, Rinaldi Potabuga, mengingatkan pentingnya menjaga integritas penyelenggara selama seluruh proses pemilihan berlangsung.
“Jaga netralitas panitia. Sediakan forum pemilihan yang demokratis dan transparan,” tegas Rinaldi.
Ia berharap proses regenerasi ini tidak hanya menghasilkan seorang ketua baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat budaya demokrasi, meningkatkan partisipasi pemuda, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Karang Taruna Tobayagan Selatan menjadi organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan telah munculnya dua bakal calon, kontestasi Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan kini resmi dimulai. Masyarakat dan para pemuda pun menantikan adu visi, gagasan, dan program dari kedua kandidat yang akan menentukan arah baru organisasi kepemudaan tersebut. (*)





