NalarSulut—Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus digenjot. Hingga kini, tercatat 13.689 penerima manfaat, dengan lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid, selaku Ketua Satgas MBG, bersama Korwil SPPG, Kepala SPPG, anggota Satgas, serta para mitra di Ruang Rapat Berkah, Rabu (19/8/2026).
Deddy menegaskan, program MBG tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan. Kualitas, kebersihan, keamanan dan kandungan gizi makanan harus menjadi prioritas utama, khususnya karena penerima manfaat didominasi anak-anak.
“Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi harus memperhatikan gizi makanan yang disalurkan. Kita ingin program ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas gizi putra-putri kita ke depan,” tegas Deddy.
Saat ini terdapat enam SPPG yang masuk tahap operasional. Lima telah berjalan di wilayah Posigadan, Helumo dan Bolaang Uki, sementara SPPG di Desa Deaga, Kecamatan Pinolosian Tengah, masih melengkapi kebutuhan operasional.
Deddy berharap kelengkapan tersebut segera dipenuhi sehingga pelayanan MBG dapat diperluas.
“SPPG harus berjalan dengan baik dan jauh dari persoalan. Di sinilah diperlukan peran aktif Korwil maupun Kepala SPPG untuk sigap dalam mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul,” ujarnya.
Korwil juga meminta mitra mempercepat pengerjaan SPPG yang masih dalam tahap persiapan, termasuk di beberapa wilayah lainnya yang masih menunggu kelengkapan maupun verifikasi BGN.
Kebersihan dan Gizi Jadi Titik Pengawasan
Untuk memastikan program berjalan sesuai standar, Satgas diminta melakukan monitoring rutin di setiap SPPG. Dinas Kesehatan juga diminta melakukan pemeriksaan secara berkala, terutama terkait kebersihan, kesehatan dan keamanan pangan.
SPPG yang masih dipersiapkan wajib memenuhi sejumlah persyaratan, seperti denah bangunan, IPAL, SOP dan kelengkapan administrasi. Kompetensi relawan juga menjadi perhatian untuk mendukung pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dinas Kesehatan mendorong SPPG berkoordinasi dengan Puskesmas dan tenaga gizi dalam penyusunan menu agar makanan yang diberikan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
Dalam pemenuhan bahan baku, setiap SPPG diharapkan melibatkan sekitar 15 supplier. Kebijakan ini diperlukan karena sejumlah kebutuhan bahan makanan belum tersedia secara memadai di Bolsel.
Deddy meminta para Kepala SPPG dan Korwil membangun koordinasi yang baik dengan pemasok sekaligus memastikan bahan yang digunakan bersih, sehat, berkualitas dan layak dikonsumsi.
Menu juga diminta bervariasi agar anak-anak tidak bosan, tanpa mengabaikan keseimbangan gizi.
“Kalau ada mitra yang hanya mengejar keuntungan dan tidak memperhatikan kualitas serta ketentuan program, segera laporkan,” tegasnya.
Pemkab Bolsel berharap penguatan koordinasi, pengawasan dan evaluasi dapat membuat MBG berjalan lebih optimal. Dengan jumlah penerima manfaat yang telah mencapai 13.689 orang, pemerintah menegaskan bahwa program ini bukan sekadar membagikan makanan gratis, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi dan masa depan generasi Bolsel. (Infotorial)






