• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 23 September 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

PETI Lukosina Rusak Hutan Bolsel, Warga Dumagin Minta Polisi Tak Tutup Mata

14 Oktober 2025
A A
PETI Lukosina Rusak Hutan Bolsel, Warga Dumagin Minta Polisi Tak Tutup Mata

PETI Lukosina Rusak Hutan Bolsel, Warga Dumagin Minta Polisi Tak Tutup Mata. (Dok pribadi)

BagikanBagikan

NalarSulut—Hujan yang dulu membawa kesejukan, kini menjadi momok bagi warga Desa Dumagin, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Hampir setiap musim hujan, desa ini selalu terendam banjir.

Warga pun menuding aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di kawasan hutan Lukosina, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim) sebagai biang kerok utama rusaknya ekosistem di wilayah tersebut.

Kerusakan hutan yang semula berfungsi sebagai penyerap air alami, kini berubah menjadi lahan gundul akibat aktivitas tambang liar. Akibatnya, beberapa desa di Kecamatan Pintim menjadi langganan banjir setiap kali curah hujan meningkat.

Salah satu warga Kecamatan Pintim berinisial AL menuturkan, banjir baru mulai terjadi setelah tambang ilegal beroperasi di Lukosina.

“Dulu kami tak pernah kebanjiran, tapi sejak ada aktivitas PETI, setiap hujan pasti air meluap. Bahkan, hujan satu jam saja bisa menutup jembatan di Dumagin,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Menurut AL, air sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi coklat pekat akibat lumpur dan sedimen dari lokasi tambang. “Sekarang airnya kotor, kami takut anak-anak sakit karena air sudah tercemar,” tambahnya.

Senada, warga lainnya berinisial IS mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah, namun tidak pernah ada tindakan nyata.

“Sudah belasan kali kami mengadu, tapi tak pernah ada solusi. Cukong-cukong PETI di Lukosina seolah kebal hukum,” tegasnya.

Ia menyebut, di kawasan hutan Lukosina kini beroperasi belasan ekskavator yang merusak hutan secara brutal tanpa izin.

“Mereka itu pemain lama, salah satunya berinisial SP alias Tole. Dari dulu sudah main tambang di Bolmong dan Bolsel, tapi tak pernah tersentuh hukum,” ungkap IS.

IS menilai, aparat penegak hukum selama ini belum serius menindak para pelaku tambang emas ilegal.

“Kami cuma dapat limbah dan banjirnya, mereka dapat emasnya. Kami berharap Polres Bolsel tidak tutup mata. Karena yang menderita setiap musim hujan ya masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bolsel Iptu Muhammad Iqbal mengaku baru mengetahui bahwa banjir di Dumagin disebabkan oleh aktivitas PETI.

“Terima kasih atas informasinya. Saya memang masih baru di Polres Bolsel, dan hal ini tentu akan kami pelajari. Setiap laporan masyarakat pasti kami tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Kini, warga hanya berharap agar pemerintah dan aparat benar-benar menindak para pelaku tambang emas ilegal di Lukosina, sebelum hutan di Bolsel benar-benar hilang dan banjir menjadi bencana tahunan yang tak berkesudahan. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Jeritan Rara di Medsos Berbuah Aksi Kadis: Rante Panggil Kepsek TK yang Pecat Operator Dapodik

Next Post

Kisruh Operator Dapodik TK Ar Rahman Sinandaka, Kepsek: Saya tak Pecat, hanya Rolling Jabatan

Next Post
Kisruh Operator Dapodik TK Ar Rahman Sinandaka, Kepsek: Saya tak Pecat, hanya Rolling Jabatan

Kisruh Operator Dapodik TK Ar Rahman Sinandaka, Kepsek: Saya tak Pecat, hanya Rolling Jabatan

Janji Perbaiki Jalan Tani, Kini Lepas Tangan, Warga Tolutu Bongkar Bobrok Pengusaha Batu Hitam Ical

Janji Perbaiki Jalan Tani, Kini Lepas Tangan, Warga Tolutu Bongkar Bobrok Pengusaha Batu Hitam Ical

21 September 2026
Hulu Mataindo Memanas, Ekskavator Diprotes Warga, DPRD Turun, Alat Berat Akhirnya Ditarik

Hulu Mataindo Memanas, Ekskavator Diprotes Warga, DPRD Turun, Alat Berat Akhirnya Ditarik

17 September 2026
Bolmong Dikepung Kemarau dan Kebakaran, Yusra-Dony “Ketuk Langit” Lewat Doa Lintas Agama

Bolmong Dikepung Kemarau dan Kebakaran, Yusra-Dony “Ketuk Langit” Lewat Doa Lintas Agama

17 September 2026
Pasca Sidak Wali Kota, Dugaan Oknum Kanit Polres Kotamobagu “Back Up” Bisnis Solar Ilegal Mencuat

Pasca Sidak Wali Kota, Dugaan Oknum Kanit Polres Kotamobagu “Back Up” Bisnis Solar Ilegal Mencuat

16 September 2026
Gedor Kemendikdasmen, Iskandar-Rante Bawa Misi Besar Pendidikan Untuk Generasi Bolsel

Gedor Kemendikdasmen, Iskandar-Rante Bawa Misi Besar Pendidikan Untuk Generasi Bolsel

16 September 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection