NalarSulut— Aktivitas usaha batu hitam di Desa Tolutu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mulai menuai sorotan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku geram terhadap pengusaha batu hitam asal Gorontalo berinisial FB alias Ical. Pasalnya, pengusaha tersebut disebut sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk membantu memperbaiki jalan usaha tani yang menjadi salah satu akses menuju lokasi aktivitas batu hitam.
Namun, menurut warga, komitmen tersebut hingga kini belum direalisasikan, sementara aktivitas pengangkutan batu hitam disebut masih terus berlangsung.
“Jalan tani salah satu akses menuju ke lokasi batu hitam. Dan oknum pengusaha Ical itu berkomitmen berkontribusi memperbaiki jalan tersebut,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Minggu (20/9/2026).
Warga mempertanyakan komitmen tersebut lantaran kondisi jalan yang digunakan untuk menunjang aktivitas menuju lokasi batu hitam dinilai membutuhkan perhatian.
“Yang bersangkutan hanya memberikan janji, tapi tidak direalisasikan,” keluh sumber tersebut.
Aktivitas Jalan, Jalan Tani Dipertanyakan
Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan kondisi jalan. Sumber lainnya menyebut adanya komitmen yang disebut-sebut telah disampaikan kepada para petani, namun hingga kini juga belum kunjung direalisasikan.
“Komitmen dengan petani dan rusaknya kendaraan kami pun tidak diperbaiki,” keluh warga lainnya.
Menurut warga, persoalan tersebut menjadi perhatian karena jalan usaha tani bukan sekadar akses menuju lokasi aktivitas batu hitam, tetapi juga digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas pertanian.
Kondisi itu membuat sebagian warga mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab pengusaha terhadap dampak penggunaan akses jalan yang dilalui dalam aktivitas pengangkutan batu hitam.
Warga Minta Komitmen Bukan Sekadar Janji
Warga berharap pengusaha dapat memberikan kejelasan terkait komitmen yang sebelumnya disampaikan, terutama menyangkut perbaikan jalan dan persoalan kendaraan warga yang disebut mengalami kerusakan.
Mereka juga meminta agar pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat ikut memediasi persoalan tersebut sehingga tidak berkembang menjadi konflik antara masyarakat dan pelaku usaha.
Sementara itu, pengusaha asal Gorontalo berinisial FB alias Ical, menuturkan bahwa urusan itu bukan lagi wewenangnya.
“Untuk itu, saya tegaskan sekali lagi untuk urusan Bolsel sudah bukan lagi urusan saya. Di sana kan ada ewi. Nanti hubungi saja dia,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp, ketika dikonfirmasi terkait persoalan janji kepada warga tersebut.
Warga kini menanti: apakah komitmen perbaikan jalan usaha tani itu benar-benar akan direalisasikan, atau hanya berhenti sebagai janji di tengah aktivitas batu hitam yang disebut masih berjalan. (*)





