NalarSulut— Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk peluang menjadi pekerja migran di Jepang.
Hal itu disampaikan Yusra saat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Bolmong melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan LPK Gambatte Mirai Manado, Jumat (4/9/2026).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat proses penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Bolmong, khususnya mereka yang akan bekerja di Jepang.

Menurut Yusra, peluang bekerja di luar negeri harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah tidak ingin masyarakat hanya diberangkatkan, tetapi juga harus dibekali kompetensi yang memadai.
“Kita ingin putra-putri Bolaang Mongondow yang bekerja ke luar negeri benar-benar memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan. Jangan hanya berangkat, tetapi harus siap bekerja secara profesional,” ujar Yusra.
Ia mengatakan, kerja sama dengan lembaga pelatihan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan calon pekerja mendapatkan pembekalan sebelum memasuki pasar kerja internasional.

Yusra juga menekankan pentingnya aspek perlindungan dan keamanan pekerja migran. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat yang mendapat kesempatan bekerja ke luar negeri memperoleh informasi, pelatihan dan persiapan yang benar.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat kita mendapatkan peluang kerja yang aman, memiliki keterampilan, dan mendapatkan perlindungan. Ini yang harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Dengan kerja sama tersebut, Yusra berharap semakin banyak masyarakat Bolmong memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui pekerjaan yang layak dan profesional di luar negeri.
“Ini bagian dari upaya kita membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bolmong agar mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya. (Advetorial)






