NalarSulut— Objek wisata Air Panas Bakan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) didorong untuk naik kelas. Tak sekadar menjadi tempat pemandian, destinasi ini ditargetkan berkembang menjadi magnet pariwisata yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ambisi tersebut ditegaskan Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, saat meninjau langsung kawasan wisata Air Panas di Desa Bakan, Kamis (17/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Yusra melihat kondisi fasilitas yang tersedia, termasuk tiga kolam pemandian yang saat ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Namun, bagi Yusra, potensi Air Panas Bakan tidak boleh berhenti pada fasilitas yang sudah ada. “Pengelolaannya perlu dikembangkan melalui inovasi, promosi yang lebih agresif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Yusra.
Bupati pun mengingatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bolmong agar mengelola aset daerah tersebut secara optimal dengan orientasi pengembangan jangka panjang.
Menurutnya, pengelolaan objek wisata tidak semestinya berjalan monoton hanya dengan mengandalkan pemasukan dari retribusi pengunjung kolam pemandian.

Salah satu gagasan yang didorong Yusra adalah menjadikan kawasan Air Panas Bakan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event.
Strategi ini diharapkan mampu menghadirkan daya tarik baru sehingga masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung, tidak hanya untuk menikmati pemandian air panas.
Pemerintah daerah juga didorong membuka peluang kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota lain di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, hingga sektor swasta.
“Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus menciptakan kegiatan yang dapat menghidupkan kawasan wisata,” ujarnya.
Meski demikian, penyelenggaraan kegiatan harus dirancang secara matang agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan yang sedang menikmati fasilitas pemandian.
Dengan konsep tersebut, Air Panas Bakan diharapkan memiliki aktivitas wisata yang lebih beragam dan mampu meningkatkan daya tariknya di tengah persaingan destinasi pariwisata.
Selain inovasi kegiatan, Yusra menekankan pentingnya promosi yang lebih masif melalui kerja sama lintas sektor di lingkungan pemerintah daerah.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diminta membangun kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah untuk memperkenalkan potensi Air Panas Bakan kepada masyarakat luas.
“Promosi dapat dilakukan melalui media sosial, penyebaran selebaran informatif atau leaflet, serta berbagai saluran komunikasi yang mampu menjangkau calon pengunjung,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan membuat informasi mengenai fasilitas dan daya tarik Air Panas Bakan semakin mudah diakses, baik oleh masyarakat Bolmong dan BMR maupun wisatawan dari daerah lain di Sulawesi Utara.
Bagi pemerintah daerah, peningkatan kunjungan wisatawan juga membuka peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD.
Pengembangan Air Panas Bakan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi pariwisata yang dimiliki Bolmong.
Dengan dukungan fasilitas, inovasi kegiatan, promosi berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor, kawasan ini diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan di Bolaang Mongondow Raya.
“Tantangannya bukan hanya mendatangkan lebih banyak pengunjung, tetapi juga memastikan pengelolaan kawasan berjalan secara profesional, fasilitas terawat, dan pengalaman wisata tetap nyaman,” pungkasnya.
Jika strategi tersebut dijalankan secara konsisten, Air Panas Bakan berpeluang memperluas daya tariknya sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat sekitar.
Dalam peninjauan tersebut, Yusra didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bolmong, Supriyadi Dilapanga, beserta jajaran; Camat Lolayan, Ip Linggotu; Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Bukaka, Andri Panca Setiono; serta Dewan Pengawas Perumda Tirta Bukaka, Roni Mokodompit. (Advetorial)






