NalarSulut— Di tengah duka yang masih menyelimuti warga terdampak banjir bandang di Desa Solimandungan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), perhatian besar datang dari jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie bersama Ketua Bhayangkari Sulut turun langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat, Senin (8/6/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Polda Sulut itu disambut langsung oleh Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi didampingi Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta di Balai Desa Solimandungan II.
Dalam sambutannya, Yusra Alhabsyi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan Kapolda Sulut beserta jajaran terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Dega Niondon (selamat datang) bapak Kapolda Sulut bersama ibu Bhayangkari Sulut dan rombongan,” ujar Yusra.
Bupati juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie menegaskan bahwa kehadirannya di Solimandungan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjalankan misi kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, di saat masyarakat menghadapi musibah, seluruh elemen negara harus hadir memberikan dukungan dan solusi.
“Saya bersama dengan Pak Bupati menjalankan komitmen negara untuk membantu kesulitan masyarakat yang terdampak bencana,” tegas Roycke.
Namun, kunjungan tersebut tidak hanya sebatas penyaluran bantuan. Kapolda juga menyampaikan peringatan penting kepada masyarakat terkait ancaman bencana yang dapat dipicu oleh kerusakan lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa bencana memang merupakan proses alam, tetapi dampaknya bisa semakin besar jika lingkungan tidak dijaga dengan baik.
“Bencana tidak ada yang tahu kapan datangnya. Karena itu mari kita jaga lingkungan bersama-sama. Jangan membuang sampah sembarangan, dan jika menebang kayu jangan membuangnya ke sungai,” pesannya.
Kehadiran Kapolda Sulut bersama jajaran Bhayangkari di lokasi bencana menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam membantu masyarakat bangkit pasca-bencana. Di tengah upaya pemulihan yang terus berjalan, pesan tentang kepedulian sosial dan pentingnya menjaga lingkungan menjadi catatan penting agar musibah serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. (*)





