NalarSulut—Atmosfer panas membungkus GOR Merdeka, Gorontalo, Kamis malam (30/4/2026). Ribuan pasang mata menyaksikan laga sarat gengsi antara Bolsel FC dan PNM FC yang berlangsung penuh tensi sejak menit awal. Ini bukan sekadar uji coba, melainkan panggung pembuktian jelang Liga 4 Nasional.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif. Tribun bergemuruh, suporter dari kedua kubu saling bersahutan, menciptakan energi luar biasa di lapangan.
Bolsel FC yang dikenal dengan julukan Laskar Maleo tampil percaya diri, mengandalkan kreativitas sang play maker Timan Kadullah untuk membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, PNM FC tak tinggal diam. Mereka mengandalkan visi permainan gelandang elegan Ismunandar untuk mengatur ritme dan melancarkan serangan balik berbahaya. Jual beli serangan pun tak terhindarkan, membuat laga berlangsung terbuka dan menghibur.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 menjadi hasil akhir. Namun bagi pelatih Bolsel FC, Andy Daun, hasil bukanlah segalanya.
“Ini bagian dari proses. Kami ingin melihat chemistry tim dan bagaimana pemain baru beradaptasi. Semua pemain punya kesempatan menunjukkan kualitasnya,” tegasnya.
Uji coba ini menjadi momen penting dalam proses penyusunan skuad inti. Ketua Askab PSSI Bolsel, Zulkarnaen Kamaru, bahkan menyebut komposisi pemain dalam laga ini sebagai gambaran awal tim yang akan dibawa ke pentas nasional.
Menariknya, laga ini juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah. Kehadiran Bupati Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menjadi suntikan moral bagi para pemain.
Dukungan tersebut seolah menjadi energi tambahan bagi Laskar Maleo untuk tampil lebih garang di lapangan.
Laga kontra PNM FC ini menjadi bagian dari roadmap besar Bolsel FC dalam mematangkan skuad. Dengan waktu yang semakin dekat menuju Liga 4 Nasional 2026, setiap pertandingan kini bukan lagi sekadar uji coba, melainkan langkah serius menuju panggung yang lebih tinggi.
Bolsel FC datang bukan untuk sekadar tampil. Mereka datang untuk bersaing, membuktikan diri, dan mengukir sejarah. (*)





