NalarSulut—Gelombang kebaikan tengah menggema di Bolaang Mongondow. Di balik angka yang melonjak tajam, tersimpan satu pesan kuat: kesadaran berbagi kian tumbuh, dan kepercayaan publik semakin menguat.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bolmong mencatat lonjakan signifikan dalam pengumpulan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) tahun ini. Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Bupati Yusra Alhabsyi, total dana yang terkumpul mencapai Rp319,9 juta—melejit hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp228 juta.
Lonjakan ini bukan sekadar angka. Ini adalah cermin meningkatnya kepedulian sosial masyarakat, termasuk kontribusi aktif Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bolmong.

Ketua BAZNAS Bolmong, Yunita Mohune, menegaskan bahwa dana umat tersebut akan langsung disalurkan secara tepat sasaran melalui lima program unggulan: pemberdayaan ekonomi UMKM, bantuan pendidikan, respon kebencanaan, layanan kesehatan bagi dhuafa, hingga penguatan kegiatan keagamaan.
“Semua dana ini adalah amanah. Kami pastikan penyalurannya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tegasna, Jumat (24/4/2026).
Namun di tengah capaian gemilang itu, Bupati Yusra memberikan pesan tegas: peningkatan dana harus sejalan dengan kualitas penyaluran. Ia menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran sesuai Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT).

Secara khusus, ia mendorong agar program bantuan modal usaha memberi prioritas kepada imam dan pegawai sar’i—tanpa mengabaikan masyarakat luas yang membutuhkan.
Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi umat sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat.
Dengan tren positif ini, BAZNAS Bolmong tak hanya bicara soal pengumpulan dana. Lebih dari itu, mereka sedang membangun ekosistem kebaikan—di mana solidaritas, kepercayaan, dan kepedulian menjadi kekuatan utama menuju Bolmong yang lebih sejahtera dan religius. (Advetorial)






