NalarSulut— Aktivitas batu hitam di Desa Tolutu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kembali menjadi sorotan. Padahal, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelumnya telah melakukan penertiban terhadap aktivitas tersebut pada akhir bulan lalu.
Informasi yang dihimpun NalarSulut menyebutkan, distribusi batu hitam diduga kembali berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penertiban yang telah dilakukan pemerintah dan aparat terkait.
“Kemarin dan hari ini ada pendistribusian batu hitam,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (10/10/2026).
Tak hanya soal distribusi, sumber tersebut juga menyebut nama seorang pengusaha berinisial FB alias Ical yang diduga terkait dengan aktivitas batu hitam tersebut.
Menurut sumber, pendistribusian itu dilakukan oleh seseorang bernama Dayat yang disebut memiliki hubungan dengan pengusaha berinisial FB.
“Pendistribusian dilakukan oleh Pak Dayat yang punya hubungan dengan pengusaha berinisial FB,” kata sumber.
Lebih jauh, sumber tersebut mengungkapkan dugaan adanya pengamanan oleh sejumlah orang yang disebut sebagai preman ketika batu hitam diantar atau diturunkan.
“Iya, ada pengamanan dari preman, saat mengantar atau menurunkan batu hitam,” ungkapnya.
Meski demikian, informasi mengenai pihak yang terlibat, pola distribusi, serta dugaan pengamanan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan aktivitas distribusi batu hitam tersebut, Dayat mengaku tidak mengetahui persoalan itu karena sedang berada di Suwawa.
“Kalau itu saya kurang paham, Pak, soalnya saya lagi di Suwawa ini,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Terpisah, pengusaha asal Gorontalo berinisial FB alias Ical, menuturkan bahwa urusan itu bukan lagi wewenangnya.
“Untuk itu, saya tegaskan sekali lagi untuk urusan Bolsel sudah bukan lagi urusan saya. Di sana kan ada ewi. Nanti hubungi saja dia,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp, Minggu (20/9/2026).
Sementara itu, KBO Polres Bolsel, AIPTU Junedi Wiyatno Uno, belum memberikan penjelasan substantif terkait dugaan aksi premanisme yang disebut sumber.
“Kita cuma KBO, jadi nanti Pak Kasat selaku pimpinan saya yang berkompeten untuk menjawab pertanyaannya,” singkatnya.
Kembali mencuatnya dugaan distribusi batu hitam di Tolutu menjadi perhatian tersendiri, mengingat pemerintah Kabupaten Bolsel bersama Forkopimda telah melakukan penertiban pada akhir September 2026.
Jika informasi tersebut terkonfirmasi, aktivitas yang kembali berlangsung setelah penertiban tentu perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Publik pun membutuhkan kejelasan mengenai asal-usul batu hitam, legalitas pengangkutan dan distribusinya, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.
Aparat terkait diharapkan menelusuri informasi yang berkembang, termasuk dugaan pengamanan oleh kelompok tertentu, agar tidak berkembang menjadi persoalan keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai dugaan aktivitas terbaru di Tolutu. Serta penjelasan resmi mengenai legalitas distribusi batu hitam tersebut masih diperlukan untuk memperjelas persoalan ini. (*)





