• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Senin, 29 Juni 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

Kesaksian Korban Selamat Ungkap Detik-Detik Longsor Maut di Bolingongot Bolmong

29 Juni 2026
A A
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Detik-Detik Longsor Maut di Bolingongot Bolmong

Agung Tamimu sosok salah satu korban yang selamat dari tanah longsor di Bolmong. (Kolase foto Rinaldi Potabuga/nalarsulut.id)

BagikanBagikan

NalarSulut— Suara patahan pohon di tengah malam menjadi pertanda datangnya petaka yang mengubah hidup Agung Tamimu selamanya. Dalam hitungan detik, material longsor menerjang kawasan pertambangan di lokasi Bolingongot/Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (25/6/2026) malam.

Agung menjadi satu dari enam orang yang berhasil lolos dari maut dalam tragedi tersebut. Namun, keselamatan itu harus dibayar mahal. Adik kandungnya, Alif Gifara Tamimu, menjadi salah satu korban yang tertimbun material longsor dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Saat ditemui pada Minggu (28/6/2026), Agung menceritakan detik-detik mengerikan sebelum bencana terjadi.

Menurutnya, pada Kamis siang hingga sekitar pukul 17.00 WITA, ia bersama tujuh rekannya masih bekerja di lokasi tambang tradisional yang berjarak sekitar 70 meter dari daseng atau gubuk tempat mereka beristirahat.

Usai bekerja, mereka berkumpul di dalam daseng untuk beristirahat. Namun, sekitar pukul 20.00 WITA, suasana tenang berubah menjadi kepanikan.

“Saat itu saya mendengar suara pohon patah. Saya langsung menyampaikan kepada teman-teman yang ada di dalam daseng,” kenangnya.

Namun, salah seorang operator alat berat menduga suara tersebut berasal dari aktivitas alat perusahaan yang sedang bekerja di bagian atas lokasi.

Penjelasan itu sempat membuat suasana sedikit tenang. Meski begitu, Agung mengaku firasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.

“Saya masih ragu dengan penjelasan itu. Saya keluar dari daseng untuk memastikan. Ternyata yang saya lihat bukan alat berat perusahaan PT Bulawan Daya Lestari (BDL), tetapi tanah sudah bergerak turun,” ujarnya.

Tanpa berpikir panjang, Agung langsung berteriak memperingatkan rekan-rekannya agar segera menyelamatkan diri.

Beberapa detik kemudian, material longsor datang dengan dahsyat.

“Pertama air yang turun, setelah itu baru disusul tanah. Saya selamat karena masih ada satu alat berat yang diparkir tepat di jalur aliran longsor sehingga sedikit menahan material yang turun,” tuturnya.

Dari delapan orang yang berada di lokasi, enam berhasil menyelamatkan diri. Sementara dua lainnya tertimbun longsor.

Salah satu korban adalah adik kandung Agung sendiri, Alif Gifara Tamimu. Dengan suara yang masih dipenuhi kesedihan, Agung mengungkapkan bahwa jenazah sang adik ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal lokasi longsor setelah terseret material.

“Satu korban itu adik kandung saya. Kurang lebih 500 meter almarhum terbawa tanah longsor,” katanya lirih.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para pekerja di kawasan pertambangan. Di balik aktivitas mencari nafkah, ancaman bencana dapat datang sewaktu-waktu tanpa memberikan kesempatan untuk menyelamatkan orang-orang tercinta.

Kesaksian Agung menjadi potret nyata betapa dalam hitungan detik, suara patahan pohon yang semula dianggap biasa berubah menjadi awal dari bencana yang merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Yusra-Dony Turut Belasungkawa kepada para korban

Dibawah kepemimpinan Yusra-Dony Pemerintah Kabupaten Bolmong menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban.

Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, membawa secercah harapan bagi keluarga korban. Tidak hanya memantau proses pencarian, Yusra turun langsung ke lokasi longsor, Minggu (28/6/2026), untuk memastikan operasi kemanusiaan berjalan maksimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah dilanda kesedihan.

Di lokasi bencana, Bupati menyaksikan langsung kerja keras tim SAR gabungan yang tanpa henti berjibaku menembus medan berat demi menemukan korban yang masih tertimbun material longsor.

Yusra juga menyempatkan diri menemui keluarga korban serta para petugas yang terlibat dalam operasi pencarian. Kehadirannya menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan seluruh masyarakat, Yusra menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa para penambang tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban bencana longsor di area pertambangan Kecamatan Lolayan. Semoga keluarga korban senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Yusra.

Menurutnya, tragedi longsor tersebut bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga duka seluruh masyarakat Bolaang Mongondow.

Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan rasa kemanusiaan serta memberikan empati kepada keluarga korban, alih-alih memperkeruh suasana dengan berbagai spekulasi yang berkembang pascakejadian.

Bagi Yusra, para korban bukan sekadar penambang. Mereka adalah sosok yang setiap hari mempertaruhkan tenaga demi menghidupi keluarga.

“Bagaimanapun juga mereka adalah pejuang keluarga. Mereka bekerja keras untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan orang-orang yang mereka cintai. Karena itu mari kita doakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” katanya.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Menurutnya, perhatian utama saat ini harus difokuskan pada upaya pencarian korban yang masih berlangsung serta memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berduka.

Sementara itu, operasi pencarian terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Seluruh personel masih berupaya menemukan satu korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Alarm Ketahanan Pangan Dibunyikan, Yusra Warning Alih Fungsi Lahan Sawah di Bolmong

Kesaksian Korban Selamat Ungkap Detik-Detik Longsor Maut di Bolingongot Bolmong

Kesaksian Korban Selamat Ungkap Detik-Detik Longsor Maut di Bolingongot Bolmong

29 Juni 2026
Yusra Alhabsyi Kumpulkan BPD Se-Bolmong, Misi Besar Kawal Dana Desa dan Aspirasi Rakyat

Alarm Ketahanan Pangan Dibunyikan, Yusra Warning Alih Fungsi Lahan Sawah di Bolmong

22 Juni 2026
Alarm Bahaya dari Bolsel, Iskandar-Deddy Warning Keras Praktik Transaksi Tanah Adat dan Hak Ulayat

Alarm Bahaya dari Bolsel, Iskandar-Deddy Warning Keras Praktik Transaksi Tanah Adat dan Hak Ulayat

19 Juni 2026
DPRD Bolsel Ketok Palu LPj APBD 2025, Pengawasan Ketat Berbuah Prestasi Gemilang

DPRD Bolsel Ketok Palu LPj APBD 2025, Pengawasan Ketat Berbuah Prestasi Gemilang

17 Juni 2026
Iskandar Kamaru Gandeng UNIMMAN, Siapkan Revolusi SDM yang Akan Ubah Wajah Bolsel

Iskandar Kamaru Gandeng UNIMMAN, Siapkan Revolusi SDM yang Akan Ubah Wajah Bolsel

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection