NalarSulut—Polemik pupuk dan bibit menggema di aula balai Desa Sinsingon, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (7/5/2026).
Ketua kelompok tani (Poktan) Mapalus Rendra Wuri, mengatakan saat ini, salah satu kendala petani kentang itu kurangnya kuota pupuk.
“Bila curah hujan tinggi, tanaman seperti kentang akan busuk, bagi petani yang ekonominya tinggi dapat mengatasinya. Sedangkan, petani yang ekonominya rendah agak sulit, sehingga kami berharap kuota pupuk bisa ditambah,” keluhnya, saat dialog langsung dengan Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi.
Rendra juga, mengatakan pupuk organik juga sangat dibutuhkan oleh kami para petani.
“Selain itu, bibit kentang yang saat ini kami harus membelinya dari luar daerah Sulawesi Utara (Sulut). Dan dengan biaya yang cukup mahal,” katanya.
Menanggapi hal itu, pasangan Dony Lumenta itu, mengatakan insyaallah tahun depan kami akan membangun balai benih di Desa Sinsingon.
“Insyaallah tahun depan kita akan memperbaiki dan melengkapi fasilitas balai benih kentang di Desa Sinsingon,” tegas Yusra Alhabsyi di hadapan para petani.
Yusra, juga meminta doa agar niat pembangunan balai benih ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para petani.
“Mudah-mudahan, jikalau balai benih ini terlaksana, harganya dijual ke petani hanya berkisar 50 persen, dari bibit kentang yang di beli di luar daerah,” katanya.
Sekertaris Poktan Sibong, Abdi Mokoginta, mengatakan niat ini sangat disambut baik oleh kami.
“Ini sangat membantu, dan tidak lagi menunggu atau mencari lagi bibit dari luar,” katanya.
Tak lupa, dia juga meminta agar nantinya balai benih yang dicanangkan oleh pasangan Yusra-Dony, tetap mengutamakan kualitasnya.
“Semoga, saja rencana balai benih ini bisa terwujud, dan paling penting kualitas benihnya lebih baik dan unggul,” tukasnya.
Audiensi dengan petani ini, bentuk keseriusan pemerintah kabupaten di bawah kepemimpinan pasangan Yusra-Dony, pada sektor pertanian yang muaranya mendongkrak perekonomian masyarakat. (*)





