• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 9 Agustus 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

WNA China Diduga Terlibat PETI di Talugon Boltim, Warga: Sudah Lama Beroperasi

17 Desember 2025
A A
WNA China Diduga Terlibat PETI di Talugon Boltim, Warga: Sudah Lama Beroperasi

Tampak aktivitas PETI di perbukitan Talugon, Desa Lanud, Kabupaten Boltim. (Kolase foto istimewah)

BagikanBagikan

NalarSulut—Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kian mengkhawatirkan. Bukan hanya tak tersentuh penertiban, praktik ilegal ini bahkan diduga melibatkan warga negara asing (WNA) asal China.

Lokasi PETI tersebut berada di kawasan perbukitan Talugon, Desa Lanud, Kecamatan Modayag. Aktivitasnya disebut sudah berlangsung cukup lama dan terang-terangan beroperasi di luar wilayah izin pertambangan.

Siska Timporok, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kehadiran WNA China di lokasi PETI Talugon bukan hal baru. Ia menyebut, ada sekitar lima orang WNA yang kerap keluar masuk area pertambangan.

“Mereka sudah lama beraktivitas di Talugon. Sekitar lima orang yang sering terlihat keluar masuk,” ujar Siska saat ditemui, Sabtu (13/12/2025).

Yang mengejutkan, para WNA tersebut disebut tidak menguasai bahasa Indonesia. Untuk berkomunikasi dengan warga, mereka mengandalkan aplikasi penerjemah.

“Mereka tidak bisa bahasa Indonesia. Kalau bicara dengan warga, pakai Google Translate,” tuturnya.

Menurut warga, para WNA China itu tidak menetap di lokasi tambang. Mereka disebut tinggal di Kota Kotamobagu dan hanya datang ke Talugon sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan.

“Mereka menginap di Kotamobagu. Biasanya datang seminggu dua kali ke lokasi,” tegas Siska.

Warga juga memastikan bahwa aktivitas pertambangan di perbukitan Talugon bersifat ilegal. Pasalnya, kawasan tersebut berada di luar wilayah izin KUD Nomantang yang selama ini dikenal memiliki legalitas tambang.

“Itu jelas ilegal karena berada di luar wilayah KUD Nomantang. Sampai sekarang belum ada izin di Talugon,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Kasie Inteldakim) Kantor Imigrasi (Kanim) Kotamobagu, Keneth Rompas, mengaku baru menerima informasi terkait aktivitas WNA China di PETI Talugon.

“Kalau WNA China yang beraktivitas di pertambangan memang ada beberapa informasi. Tapi khusus di Talugon, kami baru mengetahuinya,” ujarnya.

Keneth menegaskan, pihak Imigrasi akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan turun langsung ke lapangan. Ia juga meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan dan mengirimkan dokumentasi jika menemukan aktivitas WNA di lokasi tambang ilegal.

“Informasi ini akan kami tindaklanjuti. Kami juga berharap warga bisa mengirimkan dokumentasi apabila menemukan WNA China di lokasi PETI,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas PETI di perbukitan Talugon masih terus berlangsung, sementara sorotan publik kini mengarah pada lemahnya pengawasan serta dugaan keterlibatan WNA dalam praktik tambang ilegal di Boltim. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Revolusi dari Bongkudai Barat: Public Speaking Class KKD IAIM, Karang Taruna Cetak Pemimpin Muda

Next Post

Cherish Mokoagow Gaungkan Pesan Damai Natal dan Tahun Baru untuk Sulut dan BMR

Next Post
Cherish Mokoagow Gaungkan Pesan Damai Natal dan Tahun Baru untuk Sulut dan BMR

Cherish Mokoagow Gaungkan Pesan Damai Natal dan Tahun Baru untuk Sulut dan BMR

BNI Perkuat Ekosistem Danantara, Kredit Rp968,5 Triliun Dorong Pelaku Usaha Makin Maju

BNI Perkuat Ekosistem Danantara, Kredit Rp968,5 Triliun Dorong Pelaku Usaha Makin Maju

9 Agustus 2026
Yusra-Dony Bawa Bolmong ke Puncak, Nilai Ombudsman Tertinggi se-Sulut Tuai Apresiasi Gubernur

Yusra-Dony Bawa Bolmong ke Puncak, Nilai Ombudsman Tertinggi se-Sulut Tuai Apresiasi Gubernur

4 Agustus 2026
Rekam Jejak Moncer, Yusra-Dony Pilih Iqbal Hamenda Isi Jabatan Strategis di Disdik Bolmong

Rekam Jejak Moncer, Yusra-Dony Pilih Iqbal Hamenda Isi Jabatan Strategis di Disdik Bolmong

4 Agustus 2026
Anak Kadis Dishub Bolsel Diduga Jadi Honorer ‘Siluman’, LSM Desak Kejaksaan Usut Tuntas

Anak Kadis Dishub Bolsel Diduga Jadi Honorer ‘Siluman’, LSM Desak Kejaksaan Usut Tuntas

4 Agustus 2026
Ridho dan Ferli Resmi Bertarung Rebut Kursi Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan

Ridho dan Ferli Resmi Bertarung Rebut Kursi Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan

2 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection