• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 9 Agustus 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

Terbongkar, Alasan Penundaan GPM Beras SPHP di Bolmong, Kepala DKP Ungkap Faktanya

5 September 2025
A A
Terbongkar, Alasan Penundaan GPM Beras SPHP di Bolmong, Kepala DKP Ungkap Faktanya

Suasana GPM di Kabupaten Bolmong. (Dok pribadi)

BagikanBagikan

NalarSulut— Gerakan Pangan Murah (GPM) beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi dihentikan sementara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bolmong, I Wayan Mudiyasa, menjelaskan bahwa sesuai jadwal, GPM harusnya dilaksanakan Jumat (5/9/2025) di Kecamatan Dumoga dan Dumoga Timur. Namun, pelaksanaannya terpaksa dibatalkan.

“Kami mohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat atas penundaan ini,” ungkap Wayan saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Kendati demikian, katanya GPM akan dilanjutkan pada Senin, 8 September mendatang.

“Penundaan terjadi karena keterlambatan bongkar muat beras SPHP di Kota Bitung,” bebernya.

Selain itu, Wayan mengungkapkan bahwa mulai bulan September ini, strategi pelaksanaan GPM akan berubah. Jika sebelumnya dilakukan secara mandiri oleh Pemkab Bolmong, kini kegiatan tersebut akan digelar bersama TNI dan Polri.

“Pelaksanaan akan dilakukan satu hari satu kecamatan dengan empat titik distribusi. Hal ini agar beras SPHP bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Ia menambahkan, perubahan strategi ini adalah bentuk komitmen Pemkab Bolmong yang mendapat dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati. Selain itu, GPM juga diharapkan bisa menekan laju kenaikan harga beras di pasar tradisional yang belakangan kian meresahkan.

“Tujuannya jelas, menjaga stabilitas harga beras dan memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga wajar,” tegas Wayan. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Jual Beras SPHP di atas HET? Pemkab Bolmong Siap Tindak, Kepala DKP Buka Nomor Aduan Resmi

Next Post

Indonesia: Democracy Backsliding

Next Post
Indonesia: Democracy Backsliding

Indonesia: Democracy Backsliding

BNI Perkuat Ekosistem Danantara, Kredit Rp968,5 Triliun Dorong Pelaku Usaha Makin Maju

BNI Perkuat Ekosistem Danantara, Kredit Rp968,5 Triliun Dorong Pelaku Usaha Makin Maju

9 Agustus 2026
Yusra-Dony Bawa Bolmong ke Puncak, Nilai Ombudsman Tertinggi se-Sulut Tuai Apresiasi Gubernur

Yusra-Dony Bawa Bolmong ke Puncak, Nilai Ombudsman Tertinggi se-Sulut Tuai Apresiasi Gubernur

4 Agustus 2026
Rekam Jejak Moncer, Yusra-Dony Pilih Iqbal Hamenda Isi Jabatan Strategis di Disdik Bolmong

Rekam Jejak Moncer, Yusra-Dony Pilih Iqbal Hamenda Isi Jabatan Strategis di Disdik Bolmong

4 Agustus 2026
Anak Kadis Dishub Bolsel Diduga Jadi Honorer ‘Siluman’, LSM Desak Kejaksaan Usut Tuntas

Anak Kadis Dishub Bolsel Diduga Jadi Honorer ‘Siluman’, LSM Desak Kejaksaan Usut Tuntas

4 Agustus 2026
Ridho dan Ferli Resmi Bertarung Rebut Kursi Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan

Ridho dan Ferli Resmi Bertarung Rebut Kursi Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan

2 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection