• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 24 Juni 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

Krisis Literasi Menjerat BMR, HMI Angkat Pena Dukung Rinaldi: Menulis Adalah Tugas Sejarah

8 Mei 2025
A A
Ketua HMI cabang BMR. (Dok. Fadli Korompot)
BagikanBagikan

NalarSulut—Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR), Fadli Korompot menyatakan dukungan penuh terhadap hadirnya karya sastra terbaru dari penulis muda lokal, Rinaldi Potabuga, berjudul “Sudah Sampai Mana?”.

Sosok yang kini menahkodai organisasi kemahasiswaan itu menekankan pentingnya karya seperti ini sebagai bentuk perlawanan terhadap krisis literasi yang melanda generasi muda BMR hari ini.

“Di tengah krisis literasi yang kita hadapi, masih ada anak muda seperti Rinaldi yang memilih untuk konsisten menulis. Ini patut diapresiasi. Sebagai organisasi yang memiliki simbol pena dalam logonya, HMI ingin mengingatkan bahwa menulis adalah tugas sejarah, dan mencatat peradaban,” ujarnya, Kamis, 08 Mei 2025.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa karya sastra lokal bukan sekadar tulisan, tetapi juga bentuk perlawanan intelektual dan kepedulian terhadap identitas daerah.

“Karya sastra lokal adalah upaya menjaga jati diri dan identitas kita. Literasi bukan hanya tentang membaca atau menulis, tapi tentang memahami realitas dan menjawabnya dengan makna yang dalam,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan penuh semangat kepada para pemuda dan mahasiswa di BMR agar tidak ragu menuliskan kegelisahan dan gagasan mereka.

“Jangan pernah takut menulis. Kegelisahan dan gagasan yang kau tuangkan bisa menjadi obor penerang bagi mereka yang hidup dalam kegelapan. Bahkan bisa menjadi senjata untuk melawan ketidakadilan,” tutupnya.

Karya “Sudah Sampai Mana?” menjadi karya kedua dari Rinaldi Potabuga. Karya ini kian mendapat perhatian dari berbagai kalangan sebagai bentuk ekspresi lokal yang penuh refleksi dan daya gugah. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Tes CAT PPPK Bolmong Dimulai, Awas ada Larangan Ketat dan Sanksi Mengintai Peserta

Next Post

Yusra-Dony Gandeng PT Conch Bangun Masa Depan Anak Bolmong

Next Post
Yusra-Dony Gandeng PT Conch Bangun Masa Depan Anak Bolmong

Yusra-Dony Gandeng PT Conch Bangun Masa Depan Anak Bolmong

Yusra Alhabsyi Kumpulkan BPD Se-Bolmong, Misi Besar Kawal Dana Desa dan Aspirasi Rakyat

Alarm Ketahanan Pangan Dibunyikan, Yusra Warning Alih Fungsi Lahan Sawah di Bolmong

22 Juni 2026
Alarm Bahaya dari Bolsel, Iskandar-Deddy Warning Keras Praktik Transaksi Tanah Adat dan Hak Ulayat

Alarm Bahaya dari Bolsel, Iskandar-Deddy Warning Keras Praktik Transaksi Tanah Adat dan Hak Ulayat

19 Juni 2026
Iskandar Kamaru Gandeng UNIMMAN, Siapkan Revolusi SDM yang Akan Ubah Wajah Bolsel

Iskandar Kamaru Gandeng UNIMMAN, Siapkan Revolusi SDM yang Akan Ubah Wajah Bolsel

17 Juni 2026
Cegah Konflik, Dony Lumenta Kawal Langsung Penyelesaian Tapal Batas Desa Toruakat-Kanaan

Cegah Konflik, Dony Lumenta Kawal Langsung Penyelesaian Tapal Batas Desa Toruakat-Kanaan

12 Juni 2026
Wabup Deddy Apresiasi Berdirinya Fakultas Kedokteran Unima: Langkah Strategis Cetak Dokter

Wabup Deddy Apresiasi Berdirinya Fakultas Kedokteran Unima: Langkah Strategis Cetak Dokter

11 Juni 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection