NalarSulut—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) terus perjuangkan hak pendidikan penyintas Gunung Ruang di Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolsel.
Hal itu, sebagaimana Kepala Disdikbud Bolsel Rante Hattani, melalui Sekretaris Dinas, Idwan Ladjolai, Senin (16/3/2026).
Dijelaskannya, awal bulan Maret kami dari Disdikbud Bolsel lakukan audiens dengan tim pengelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Direktorat SD dan SMP di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, di Jakarta.
“Pada tanggal 5 Maret, kami audiens dengan Kementerian, membahas soal dana BOS, dari sekolah yang terdampak erupsi Gunung Ruang Kabupaten Sitaro,” kata Idwan.
Idwan menambahkan, penggunaan dana BOS tahap pertama tahun 2026 juga menjadi perhatian dalam audiensi tersebut. Contohnya, salah satu sekolah yang telah mencairkan dana BOS adalah SMP Negeri 4 Tagulandang.
“Sekolah tersebut saat ini telah hancur akibat erupsi Gunung Ruang, sementara tenaga pendidik dan peserta didiknya telah berada di lokasi hunian di Bolsel,” jelasnya.
Lebih jauh, dia menuturkan bahwa tujuan kami ke Kementerian itu, memperjuangkan dana BOS dari sekolah yang terdampak erupsi Gunung Ruang.
“Sebab, case dana BOS tidak semudah itu, karena mekanismenya yang panjang. Secara regulasi, dana BOS saudara kami Gunung Ruang itu nomenklaturnya tercatat di Kabupaten Sitaro, tidak mungkin kami Disdikbud Bolsel mencairkan dana tersebut,” katanya.
Ditambahnya, Contoh, jika sekolah yg saat ini ada di hunian Gunung Ruang, kami buka dan di daftarkan ke kementerian sebagai sekolah baru maka secara aturan baru bisa mendapatkan dana bos nanti pada tahun 2027.
“Selang tahun 2026, ini sekolah baru Gunung Ruang di Modisi akan dibiayai dari dana BOS yang mana?, itulah yang saat ini kami perjuangkan di Kementerian,” katanya.
Karena itu, kata dia kami Disdikbud Bolsel lagi minta diskresi soal Dana BOS, peserta didik Gunung Ruang di Kementerian, agar dana BOSnya itu, bisa dicairkan pada tahun ini juga.
“Mengingat ini bencana Nasional, sehingga proses pembelajaran bagi anak-anak penyintas Gunung Ruang bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Bahkan, kata dia pada saat kami audiens dengan tim BOS di Kementerian, juga akan berkoordinasi dengan pimpinan-nya terkait case dana BOS ini.
“Sebab, ini perpindahan sekolah lintas Kabupaten, sehingga butuh proses dan kebijakan pemerintah pusat. Intinya, kami Disdikbud Bolsel meminta doa agar persoalan ini bisa selesai dan anak-anak penyintas Gunung Ruang bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” tukasnya.
Sebelumnya, Kepala Disdikbud Bolsel, Rante Hattani, menyampaikan bahwa anak-anak penyintas wajib mendapatkan hak pendidikan yang sama sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Bukan sekedar program, melainkan amanat konstitusi dan bagian visi-misi Bupati H. Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, penyintas Gunung Ruang wajib mendapatkan pendidikan yang sama,” tegas Rante.
Berdasarkan pendataan terbaru di lapangan, tercatat sebanyak 82 anak penyintas Gunung Ruang siap difasilitasi untuk kembali mengenyam pendidikan. Rinciannya, 5 anak tingkat PAUD, 54 siswa SD, dan 23 siswa SMP.
Pendataan ini dilakukan langsung oleh tim Disdikbud untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tercecer dari sistem pendidikan. (*)





