NalarSulut—Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025 memang telah berakhir. Namun, cerita pahit datang dari salah satu atlet muaythai asal Kota Kotamobagu, Renaldo Bojes Kasibulan, yang membawa pulang medali perak tetapi juga kekecewaan mendalam.
Renaldo mengaku bertanding tanpa pendamping dan tenaga medis dari Kotamobagu sepanjang menjalani laga di ajang tersebut.
“Waktu pelepasan tanggal 14 November di rudis wali kota, semua dinas pendamping atlet diperkenalkan. Tapi anehnya, untuk muaythai tidak ada pendamping sama sekali hingga ivent selesai,” ungkap Renaldo, Senin (1/12/2025).
Ia menceritakan, tanpa pendamping dan tanpa tim medis, ia harus menghadapi semifinal dengan kondisi serba terbatas. Tidak ada tempat mengadu, tidak ada yang menangani keluhan, dan tidak ada yang siap memberikan pertolongan pertama saat diperlukan.
“Kita sakit hati, karena pas semifinal saya tidak tahu harus mengeluh ke siapa. Medis tidak ada, pendamping juga tidak ada,” ujarnya.
Cedera Parah di Final, Pertandingan Dihentikan Wasit
Meski bertanding dalam kondisi demikian, Renaldo tetap melaju ke partai final. Namun nasib berkata lain, cedera di kaki kanannya membengkak parah. Pada ronde kedua, tersisa 10 detik terakhir, wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan demi keselamatan.
“Kaki saya sudah bengkak sekali. Wasit berhentikan pertandingan di ronde kedua,” kenangnya.
Dibawa ke RS Tanpa Pendamping Cabor, Untung Ada Dispora
Yang membuatnya semakin kecewa, adalah kenyataan bahwa saat ia harus dibawa ke RS Hermia, tidak satu pun pendamping yang ditunjuk mendampingi cabor muaythai hadir.
Beruntung ada dua perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI Kotamobagu yang langsung merespons kondisi darurat itu.
“Syukur ada Pak Sisman dan Pak Hendra dari Dispora dan KONI. Mereka yang langsung membantu dan menanggung biaya perawatan di RS Hermia, meski bukan mereka yang ditunjuk Walikota,” ucapnya.
“Kita kecewa dinas-dinas yang ditunjuk bapak wali kota tidak ada saat kami tanding,” sambungnya mengakhiri.(*)







