• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 26 Maret 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

Krisis Literasi Menjerat BMR, HMI Angkat Pena Dukung Rinaldi: Menulis Adalah Tugas Sejarah

8 Mei 2025
A A
Ketua HMI cabang BMR. (Dok. Fadli Korompot)
BagikanBagikan

NalarSulut—Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR), Fadli Korompot menyatakan dukungan penuh terhadap hadirnya karya sastra terbaru dari penulis muda lokal, Rinaldi Potabuga, berjudul “Sudah Sampai Mana?”.

Sosok yang kini menahkodai organisasi kemahasiswaan itu menekankan pentingnya karya seperti ini sebagai bentuk perlawanan terhadap krisis literasi yang melanda generasi muda BMR hari ini.

“Di tengah krisis literasi yang kita hadapi, masih ada anak muda seperti Rinaldi yang memilih untuk konsisten menulis. Ini patut diapresiasi. Sebagai organisasi yang memiliki simbol pena dalam logonya, HMI ingin mengingatkan bahwa menulis adalah tugas sejarah, dan mencatat peradaban,” ujarnya, Kamis, 08 Mei 2025.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa karya sastra lokal bukan sekadar tulisan, tetapi juga bentuk perlawanan intelektual dan kepedulian terhadap identitas daerah.

“Karya sastra lokal adalah upaya menjaga jati diri dan identitas kita. Literasi bukan hanya tentang membaca atau menulis, tapi tentang memahami realitas dan menjawabnya dengan makna yang dalam,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan penuh semangat kepada para pemuda dan mahasiswa di BMR agar tidak ragu menuliskan kegelisahan dan gagasan mereka.

“Jangan pernah takut menulis. Kegelisahan dan gagasan yang kau tuangkan bisa menjadi obor penerang bagi mereka yang hidup dalam kegelapan. Bahkan bisa menjadi senjata untuk melawan ketidakadilan,” tutupnya.

Karya “Sudah Sampai Mana?” menjadi karya kedua dari Rinaldi Potabuga. Karya ini kian mendapat perhatian dari berbagai kalangan sebagai bentuk ekspresi lokal yang penuh refleksi dan daya gugah. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Tes CAT PPPK Bolmong Dimulai, Awas ada Larangan Ketat dan Sanksi Mengintai Peserta

Next Post

Yusra-Dony Gandeng PT Conch Bangun Masa Depan Anak Bolmong

Next Post
Yusra-Dony Gandeng PT Conch Bangun Masa Depan Anak Bolmong

Yusra-Dony Gandeng PT Conch Bangun Masa Depan Anak Bolmong

Dana BOS Terancam, Disdikbud Bolsel Bawa Nasib Anak Penyintas Gunung Ruang ke Kementerian

Dana BOS Terancam, Disdikbud Bolsel Bawa Nasib Anak Penyintas Gunung Ruang ke Kementerian

16 Maret 2026
Terkuak Skandal Rekrutmen Polisi di Sulut, Oknum Polwan Rugikan Warga Bolsel Capai Ratusan Juta

Janji Loloskan jadi Polisi Berujung Dugaan Penipuan, Oknum Polwan di Sulut Disorot

15 Maret 2026
Perempuan Bangsa PKB Sulut Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Kader Lewat Bukber Ramadan

Perempuan Bangsa PKB Sulut Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Kader Lewat Bukber Ramadan

14 Maret 2026
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Anggota DPD RI CHM Gelar Buka Puasa Bersama di Kotamobagu

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Anggota DPD RI CHM Gelar Buka Puasa Bersama di Kotamobagu

14 Maret 2026
Penataan Kawasan Hutan Bolmong Dikebut, Yusra Buka Rapat Tata Batas HL Bakau Dumi dan Sungai Ilanga

Penataan Kawasan Hutan Bolmong Dikebut, Yusra Buka Rapat Tata Batas HL Bakau Dumi dan Sungai Ilanga

12 Maret 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection