NalarSulut– Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara (Sulut), Yusra Alhabsyi, menyangkan sikap para pendemo yang meminta Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling untuk mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Sulut terpilih pada Pilkada serentak 2024 lalu.
Menurut Yusra Alhabsyi, bapak Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut terpilih merupakan pilihan rakyat hasil pemilu yang sah secara konstitusi.
“Menyampaikan pendapat atau aspirasi, silakan karena hal tersebut juga diperbolehkan undang-undang. Namun, jika sudah meminta Gubernur dan Wakil Gubernur mundur atau dicopot dari jabatan, sudah berlebihan dan tidak memiliki dasar hukum dan politik yang kuat,” kata Yusra yang juga sebagai Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ini, Selasa (7/4/2026).
Salah satu ketua partai pengusung pasangan calon YSK-Viktory pada Pilkada serentak 2024 ini meminta kepada seluruh warga Sulut, untuk memberikan kesempatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, untuk mengurai masalah serta mencarikan Solusi.
Pasalnya, masalah yang muncul hari ini tidak sedikit dengan keterbatasan anggaran serta ada juga masalah bawaaan dari masa lalu.
“Kita tahu bersama, bapak Yulius Selvanus Komaling bersama Viktor Mailangkay, memimpin Provinsi Sulawesi Utara ini baru setahun lebih dengan keterbataasan anggaran akibat efisiensi. Ada banyak juga masalah yang harus diurai gubernur dan dicarikan Solusi,” kata Yusra.
Untuk itu, Ketua Dewan Pembina GP Ansor Sulut ini, mengajak kepada seluruh rakyat Sulawesi Utara untuk mendukung serta memberikan kepercayaan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut untuk membagun daerah ini lebih baik lagi kedepan.***





