NalarSulut—Pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) di bawah komando Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta resmi memasuki fase akselerasi.
Lewat perombakan besar-besaran di jajaran pejabat administrasi (eselon III) dan pengawasan (eselon IV), duet pemimpin ini menegaskan satu pesan: birokrasi harus bergerak cepat, disiplin, dan berorientasi hasil.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di kompleks perkantoran Bupati Bolmong, Senin (9/2/2026), menjadi penanda dimulainya babak baru tata kelola pemerintahan Bolmong.
Dalam sambutannya, Bupati Yusra Alhabsyi menegaskan bahwa rotasi, mutasi, hingga demosi adalah hal wajar dalam dunia birokrasi modern. Tujuannya bukan menghukum, melainkan menyegarkan dan mengoptimalkan kinerja organisasi.
“Rotasi, mutasi, ataupun demosi adalah hal lumrah, baik di pemerintahan maupun swasta. Ini semua untuk memastikan roda organisasi berjalan maksimal,” tegas Yusra.
Pernyataan itu menjadi sinyal keras bahwa era zona nyaman bagi pejabat Pemkab Bolmong telah berakhir.
Birokrasi Harus Menyatu dengan Visi Kepala Daerah
Wakil Bupati Dony Lumenta menambahkan bahwa perombakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh aparatur seirama dengan visi dan misi Yusra–Dony.
“Rotasi ini diharapkan mampu menjabarkan visi dan misi daerah. Kita butuh pejabat yang siap bekerja cepat, tepat, dan melayani rakyat,” ujar Dony.
Dengan pelantikan pejabat eselon III dan IV ini, Pemkab Bolmong tengah melakukan penyetelan ulang mesin birokrasi. Posisi-posisi strategis kini diisi oleh figur-figur yang diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan, mulai dari pelayanan publik, percepatan program, hingga reformasi birokrasi.
Langkah ini juga mempertegas komitmen Yusra–Dony untuk membangun pemerintahan yang profesional, adaptif, dan bebas dari stagnasi.
Di bawah kepemimpinan baru, satu pesan kini menggema di lingkungan Pemkab Bolmong: yang tidak mau berubah, akan tergilas oleh perubahan.







