NalarSulut—Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) resmi memasuki babak baru reformasi birokrasi. Bupati H. Iskandar Kamaru, memimpin langsung pemetaan 249 Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan Manajemen Talenta, sebuah sistem berbasis data dan kompetensi yang mengakhiri praktik penempatan jabatan ala lama.
Kegiatan strategis ini digelar Jumat (30/1/2026) dan diikuti secara daring oleh jajaran BKN Kantor Regional XI Manado. Agenda utamanya adalah mengukur kinerja, memetakan potensi ASN, serta membangun peta karier pegawai yang objektif dan transparan.
Dalam arahannya, Bupati Iskandar menegaskan bahwa seluruh ASN yang telah mengikuti proses profiling wajib segera menuntaskan pengisian data. Data tersebut akan diekspos ke BKN Pusat sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas tata kelola SDM di Bolsel.

Tak hanya itu, orang nomor satu Bolsel ini juga menekankan pentingnya sinkronisasi data CASN dengan aplikasi SIMATA (Sistem Informasi Manajemen Talenta ASN) agar pemetaan potensi pegawai benar-benar mencerminkan kondisi riil.
“Ke depan tidak ada lagi sistem lelang jabatan konvensional. Semua mengacu pada Manajemen Talenta. Penempatan seseorang bukan lagi karena kedekatan, tapi karena kecakapan dan kesesuaian kompetensi,” tegas Iskandar.
Bupati juga memberikan instruksi langsung kepada para ASN agar serius dalam mengisi rekam jejak di sistem. Menurutnya, setiap sertifikat pelatihan, penghargaan, hingga hasil asesmen adalah “amunisi” yang akan menentukan arah karier pegawai.
“Input semua riwayat Bimtek, penghargaan, dan hasil asesmen. Ini bukan formalitas, ini peta masa depan karier saudara di Pemkab Bolsel,” ujar Iskandar yang dikenal konsisten mendorong meritokrasi bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.
Sementara itu, perwakilan BKN Kanreg XI Manado memastikan pihaknya akan memberikan pendampingan penuh agar seluruh data kompetensi ASN Bolsel dapat terintegrasi secara nasional melalui SIMATA.
Dengan langkah ini, Pemkab Bolsel menegaskan bahwa reformasi birokrasi tidak lagi berbasis intuisi dan kompromi, melainkan berbasis data, talenta, dan profesionalisme—sebuah fondasi penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, bersih, dan berdaya saing. (*)







