NalarSulut — Di tengah duka akibat musibah kebakaran yang melanda Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, secercah harapan datang dari Partner In Kind Organization (PIKO’S).
Organisasi kemanusiaan ini turun langsung memberikan bantuan darurat kepada dua kepala keluarga yang terdampak kebakaran.
Bantuan yang disalurkan mencakup beras, dua kasur, gula, kopi, teh, ikan kaleng, susu, minyak kelapa, Supermi, laksa, biskuit, serta telur — kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan untuk menopang kehidupan korban pascakebakaran.
Pendiri PIKO’S, Putri Gona Nender, menegaskan bahwa aksi ini merupakan panggilan nurani.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat saudara-saudara kita kehilangan tempat tinggal dan harta benda. PIKO’S hadir untuk memastikan mereka tidak berjuang sendirian,” ujar Putri, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, bantuan ini bukan hanya soal barang, tetapi juga tentang kehadiran dan kepedulian di saat warga sedang berada pada titik paling sulit dalam hidup mereka.
“Kami ingin korban tahu bahwa masih ada yang peduli dan siap menopang mereka untuk bangkit kembali,” tambahnya, sembari mengapresiasi para anggota Piko’s yang terlibat langsung dalam penyaluran bantuan tersebut.
Anggota PIKO’S, Arifin Mokodompit, mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi kebakaran dari warga setempat.
“Begitu kami mendapat kabar, tim langsung berkoordinasi dan menyiapkan logistik. Prinsip kami, dalam kondisi darurat, waktu adalah segalanya,” ungkap Arifin.
Ia menambahkan bahwa PIKO’S membuka ruang bagi pihak lain yang ingin bergotong royong membantu.
“Kami berharap lebih banyak elemen masyarakat ikut bergerak. Musibah seperti ini tidak bisa dihadapi sendirian,” katanya.
Aksi kemanusiaan PIKO’S di Imandi menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, solidaritas dan empati adalah kekuatan terbesar. Dari tangan-tangan relawan dan hati yang peduli, harapan untuk bangkit kembali terus menyala bagi para korban kebakaran di Dumoga Timur. (*)







