NalarSulut—Kelompok Kerja (POKJA) I mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Kotamobagu menggelar musyawarah program kerja bersama Sangadi dan aparatur Desa Bongkudai Induk, Jumat (12/12/2025).
Musyawarah tersebut dilaksanakan sekitar dua pekan setelah mahasiswa KKD secara resmi dilepas oleh kampus untuk menjalankan pengabdian di Desa Bongkudai Induk. Pertemuan ini bertujuan memetakan arah dan langkah pengabdian yang akan dilakukan POKJA I selama masa KKD berlangsung.
Dalam musyawarah itu, disepakati bahwa fokus pengabdian mahasiswa mencakup tiga bidang utama, yakni pendidikan, keagamaan, dan bina desa. Program-program yang dibahas merupakan hasil diskusi dan pertimbangan bersama antara mahasiswa, pemerintah desa, imam masjid, pemuda, hingga perwakilan masyarakat.
Sebagian besar program yang dirancang bersifat nonfisik dan berorientasi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dengan memanfaatkan kompetensi keilmuan mahasiswa yang telah diperoleh selama kurang lebih tiga tahun masa perkuliahan.
Pada bidang pendidikan, POKJA I membangun kerja sama dengan MIN 1 Bolaang Mongondow Timur sebagai lokasi pengabdian. Kegiatan yang dirancang meliputi pelatihan kemampuan dasar, bimbingan belajar, pengembangan literasi, serta pengembangan keterampilan seni melalui pembentukan sanggar.
Sementara itu, pada bidang keagamaan, mahasiswa KKD menginisiasi sejumlah kegiatan seperti tadarus rutin di Masjid Al-Ikhlas Desa Bongkudai Induk, keterlibatan dalam pembelajaran Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta pelaksanaan kegiatan Jum’at Bersih sebagai upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid.
Selain dua bidang tersebut, mahasiswa POKJA I juga menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam mendukung berbagai program desa sebagai bagian dari pengabdian bina desa.
Sangadi Desa Bongkudai Induk, Erzal Damopolii, menyambut baik program kerja yang dipaparkan mahasiswa KKD. Ia berharap seluruh aparat desa dapat mendukung pelaksanaan program tersebut agar berjalan optimal.
“Program-program yang disusun oleh mahasiswa KKD sangatlah baik. Oleh karena itu, saya berharap seluruh aparat desa dapat menyambut dan ikut mendukung mereka, sehingga program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik. Saya juga berharap aparat desa dapat secara proaktif melibatkan mahasiswa dalam berbagai program desa agar tercipta sinergi,” ujar Erzal.
Melalui musyawarah ini, diharapkan pelaksanaan KKD di Desa Bongkudai Induk dapat berjalan terarah, kolaboratif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. (Rinaldi Potabuga)







