NalarSulut—kelompok Kerja (POKJA) I Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Institut Agama Islam Muhammadiyah Kotamobagu menggelar kegiatan class meeting bertema “Menumbuhkan Generasi Islam yang Aktif dan Sportif melalui Permainan Tradisional” di MIN 1 Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kamis, (15/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu sekolah dasar unggulan di Desa Bongkudai tersebut melibatkan sekitar 90 peserta didik dan dirancang sebagai ruang edukasi interaktif yang memadukan pembelajaran, hiburan, serta penguatan karakter melalui permainan tradisional.
Ketua POKJA I Icha Amelia Saharani, menjelaskan bahwa konsep kegiatan ini tidak sekadar mengajak anak-anak bermain, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti kerja sama, sportivitas, empati, serta kepekaan sosial yang terkandung dalam permainan tradisional.
Rangkaian kegiatan dibagi dalam tiga sesi utama.
Sesi pertama diawali dengan pembelajaran bersama yang dipandu dosen Institut Agama Islam Muhammadiyah Kotamobagu, Radiyastika Aumbas, M.A.
Sesi kedua dilanjutkan dengan nonton bareng animasi lokal karya anak bangsa berjudul Adit, Sopo & Jarwo sebagai penguatan pemahaman peserta didik. Kegiatan kemudian ditutup dengan lomba permainan tradisional sebagai ruang aktualisasi nilai-nilai yang telah dipelajari.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang masif, generasi anak-anak saat ini menghadapi tantangan serius berupa ketergantungan terhadap gawai dan internet.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat bahwa 72,26 persen anak usia sekolah dasar di Indonesia telah menjadi pengguna aktif internet, dengan mayoritas aktivitasnya berupa permainan daring dan hiburan digital.
Kondisi tersebut dinilai turut menggeser fitrah anak dalam bersosialisasi dan berkembang melalui dunia bermain bersama. Alih-alih berinteraksi dan membangun relasi emosional dengan teman sebaya, anak-anak cenderung terjebak dalam aktivitas individualistik seperti menggulir media sosial dan bermain gim daring secara berlebihan.
Melalui kegiatan class meeting berbasis permainan tradisional ini, POKJA I berharap peserta didik dapat kembali merasakan pengalaman bermain yang kolektif, menyenangkan, dan sarat makna.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa dunia bermain yang melibatkan interaksi sosial jauh lebih luas dan membahagiakan dibandingkan ruang digital yang sempit dan individualistik.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MIN 1 Boltim, Lena D. Mopoliu, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKD yang dinilai berkontribusi nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kegiatan class meeting bertema permainan tradisional ini. Terima kasih kepada mahasiswa yang dengan penuh dedikasi telah mendidik dan membantu perkembangan karakter peserta didik. Di tengah arus penggunaan gawai yang tinggi, kegiatan ini menjadi angin segar yang mengajak anak-anak kembali pada dunia bermain yang sesungguhnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, POKJA I berharap nilai-nilai luhur permainan tradisional dapat terus hidup dan menjadi medium efektif dalam membangun generasi muda yang aktif, sportif, dan berkarakter. (Rinaldi Potabuga)







