NalarSulut—Karang Taruna Bongkudai Barat berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Kotamobagu menggelar kegiatan Tausyiah dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadan.
Kegiatan tersebut berjalan penuh hikmah dan nuansa Islami yang hangat di Masjid Al-Mujahidin Bongkudai Barat pada Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini menjadi program penutup rangkaian pengabdian Mahasiswa KKD di Desa Bongkudai Barat yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, BKMT, PKK, lembaga desa, tokoh Adat pemuda Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Ketua Pokja 2 KKD Desa Bongkudai Barat, Rinaldi Potabuga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKD telah memasuki hari ke-54, yang berarti tinggal tersisa enam hari lagi masa pengabdian mahasiswa di desa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program telah dilaksanakan selama KKD berlangsung, dan peringatan Isra Mi’raj ini menjadi program penutup dari seluruh rangkaian kegiatan.
“Selama hampir 60 hari di desa ini, kami berproses bersama masyarakat Bongkudai Barat. Berbagai program yang telah kami laksanakan, dan kegiatan Isra Mi’raj ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian KKD kami,” ujar Rinaldi.
Mahasiswa KPI ini juga menitipkan harapan agar pengajian rutin setiap malam Jumat yang telah dibentuk bersama ibu-ibu PKK dapat terus berjalan meskipun Mahasiswa KKD telah menyelesaikan masa tugas di desa.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat atas sambutan dan dukungan yang diberikan, serta memohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan selama berada di Desa Bongkudai Barat.
Sementara itu, sangadi Bongkudai Barat, Hasmi Tololiu, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Mahasiswa KKD selama berada di desa. Ia menilai kehadiran Mahasiswa KKD IAI Muhammadiyah Kotamobagu sebagai yang terbaik yang pernah ada di Desa Bongkudai Barat.
“Ini adalah KKD terbaik yang pernah ada di Desa Bongkudai Barat. Mereka banyak membantu dan melakukan hal-hal positif. Kepergian mereka nanti tentu akan meninggalkan kesan mendalam, baik bagi saya pribadi, pemerintah desa, maupun seluruh masyarakat Bongkudai Barat,” ungkap Hasmi. Ia juga mendoakan agar seluruh mahasiswa KKD kelak menjadi orang-orang yang sukses.
Lebih lanjut, ketua Karang Taruna Bongkudai Barat, Adriansyah Lapadengan, turut menyampaikan bahwa kehadiran Mahasiswa KKD telah memberikan semangat dan inspirasi baru bagi pemuda desa.
“Kehadiran Mahasiswa KKD telah menambah spirit dan inspirasi bagi pemuda Karang Taruna Bongkudai Barat. Semoga banyak pelajaran positif yang bisa dipetik dan dilanjutkan bersama,” tuturnya.
Adapun tausyiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustadz Merdi F. Mamonto, S.Pd.I., M.Pd, Dosen IAI Muhammadiyah Kotamobagu.
Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa hikmah utama peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah menunaikan shalat. Menurutnya, shalat merupakan jalan utama umat Nabi Muhammad SAW dalam menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus fondasi pembentukan akhlak dan spiritualitas umat.
Pada pernyataan penutup ceramahnya, ia menegaskan bahwa shalat adalah warisan paling agung dari peristiwa Isra Mi’raj yang harus terus dijaga dan ditegakkan oleh umat Islam.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan keberlanjutan program keagamaan di Desa Bongkudai Barat dapat terus terjaga, sekaligus menjadi momentum menyambut Bulan Suci Ramadan dengan kesiapan iman dan semangat kebersamaan sosial. (Rinaldi Potabuga)







