NalarSulut—Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Kotamobagu melaksanakan kegiatan revitalisasi pojok baca bagi anak-anak di Desa Bongkudai Induk, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak.
Program revitalisasi pojok baca tersebut dilaksanakan di Balai Desa Bongkudai Induk sejak 15 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Pojok baca dibuka setiap Senin hingga Jumat, pukul 14.00–17.00 WITA, dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai dakwah dengan pemberdayaan pendidikan.
Revitalisasi dilakukan melalui penataan ulang ruang pojok baca, penyusunan koleksi buku secara rapi dan tematis, serta penambahan bahan bacaan edukatif yang bernuansa keislaman.
Ketua Pokja I KKD IAI Muhammadiyah Kotamobagu, Icha Amelia Saharani, mengatakan bahwa revitalisasi pojok baca bertujuan untuk memberikan ruang belajar alternatif bagi anak-anak desa sekaligus mengurangi kesenjangan literasi di tingkat desa.
“Pojok baca diharapkan menjadi sarana belajar alternatif yang mudah diakses oleh warga desa. Selain sebagai tempat membaca, pojok baca juga difungsikan sebagai ruang pembinaan karakter, penanaman nilai keagamaan, serta peningkatan minat belajar anak-anak,” tutur Ica, Selasa (13/1/2026).
Mahasiswi IAIM Kotamobagu ini juga menambahkan bahwa rendahnya minat baca di Indonesia menjadi salah satu latar belakang dilaksanakannya program tersebut. Berdasarkan data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 0,001 persen, sementara hasil Programme for International Student Assessment (PISA) mencatat skor literasi membaca Indonesia berada di angka 359 poin, jauh di bawah rata-rata negara OECD.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut telah mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Salah satu apresiasi datang dari aparat desa, Engli, yang mengatakan bahwa inisiatif mahasiswa KKD IAIM KOTAMOBAGU dalam menghidupkan kembali fasilitas literasi desa patut di beri jempol.
“Saya pribadi maupun sebagai pemerintah desa Bongkudai Induk, tentu sangat mendukung program kerja revitalisasi pojok baca ini, karena dapat menambah wawasan anak-anak dan menjadi wadah positif untuk mengisi waktu luang mereka di luar jam sekolah,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari meningkatnya kunjungan anak-anak yang memanfaatkan pojok baca untuk membaca bersama dan berdiskusi.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKD berharap dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, penguatan nilai keislaman, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan desa. (*)







