• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 26 Maret 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

BRIN–OceanX Bongkar Keberadaan Megafauna Ikonik di Perairan Sulawesi Utara

26 Januari 2026
A A
BRIN–OceanX Bongkar Keberadaan Megafauna Ikonik di Perairan Sulawesi Utara

BRIN–OceanX Bongkar Keberadaan Megafauna Ikonik di Perairan Sulawesi Utara. (Tangkap layar YouTube Brin/Kolase foto Rinaldi Potabuga/nalarsulut.id)

BagikanBagikan

NalarSulut — Laut dalam Indonesia kembali membuka tabir keajaibannya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama organisasi eksplorasi laut global OceanX sukses menuntaskan Mission Leg 2 dalam program OCEANX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025, yang berlangsung 5–24 Januari 2026 di perairan Sulawesi Utara hingga Pelabuhan Bitung.

Ekspedisi ini menjadi tonggak penting bagi kedaulatan riset kelautan Indonesia, sekaligus membuka lembaran baru bagi peta biodiversitas laut Nusantara.

Dikutip dari laman resmi brin.go.id Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, menyebut Leg 2 difokuskan pada eksplorasi biodiversitas, oseanografi, pengamatan laut, serta rumpon (FAD). Tahap akhir ekspedisi bahkan digelar saat kapal riset OceanXplorer berlayar di perairan utara Sulawesi menuju Bitung.

Hasil penelitian BRIN dan OceanX di laut Sulawesi Utara. (Tangkap layar YouTube Brin/kolase foto Rinaldi Potabuga/nalarsulut.id)

Namun yang paling mencengangkan adalah temuan di bawah laut.

14 Megafauna Raksasa Teridentifikasi

ROV Program Lead OceanX, Andrew Craig, melaporkan bahwa tim berhasil mengidentifikasi 14 spesies megafauna, terdiri dari 10 mamalia laut, 2 spesies hiu, dan 2 spesies penyu.

Peneliti mamalia laut BRIN, Sekar Mira, mengungkapkan bahwa paus sperma dan paus berparuh terpantau melalui survei udara menggunakan helikopter. Yang paling menggemparkan, tim juga menemukan indikasi Indopacetus pacificus atau paus paruh Longman — spesies langka yang jika terkonfirmasi, akan menjadi catatan baru biodiversitas Indonesia.

“Ini bisa menjadi penemuan penting bagi ilmu kelautan Indonesia,” ujarnya.

Berburu Paus Tanpa Membunuh

Tak hanya metode konvensional, ekspedisi ini menggunakan teknologi mutakhir environmental DNA (eDNA) metabarcoding, yang memungkinkan ilmuwan mendeteksi keberadaan paus dan makhluk laut besar hanya dari jejak DNA di air laut.

Peneliti BRIN, Andhika Prima Prasetyo, menyebut metode ini sebagai “whaling tanpa harpoon”.

“Kita bisa mengetahui distribusi paus, baik secara horizontal maupun vertikal, tanpa menyentuh apalagi melukai mereka,” ungkapnya.

Dua Kapal Selam, Dua Misi

Misi ini juga diperkuat oleh dua kapal selam berawak: Nadir dan Neptune.

Nadir digunakan untuk dokumentasi visual dan video transek gunung laut (seamount) Sulawesi Utara.

Sementara Neptune menjadi tulang punggung saintifik, dilengkapi lengan robotik, Niskin bottle, dan bio box untuk mengambil dan menjaga spesimen laut dalam.

Lead Scientist ekspedisi, Pipit Pitriana, menegaskan bahwa seluruh data ini akan menjadi fondasi kebijakan konservasi laut Sulawesi Utara.

Menutup kegiatan paparan ekspedisi ini, Wakil Kepala BRIN, Amarulla Oktavian, mengapresiasi kegiatan ekspedisi ini dan berharap para periset mencatat dengan detail fasilitas di OceanX untuk menjadi referensi pengembangan kapal riset BRIN di masa depan.

“Saya berharap hasil penelitian ini terdokumentasi dengan baik dan semua sampel disimpan di repositori ilmiah nasional sesuai aturan. Kita akan melanjutkan penelitian ini menggunakan kapal penelitian kita sendiri dengan peralatan standar yang tidak boleh kalah canggih,” tegasnya.

Ekspedisi OceanX–BRIN ini bukan sekadar riset, melainkan pernyataan kedaulatan Indonesia di laut dalam — bahwa Samudera Nusantara bukan lagi wilayah tak dikenal, melainkan ruang ilmu pengetahuan yang sedang dibuka untuk masa depan bangsa. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Dari Sanggar ke Jati Diri: Kiprah Mahasiswa IAIM Menghidupkan Kembali Musik Tradisional Totabuan

Next Post

UHC Award di Tangan Iskandar–Deddy, Bolsel Diguyur Penghargaan Kesehatan Tingkat Nasional

Next Post
UHC Award di Tangan Iskandar–Deddy, Bolsel Diguyur Penghargaan Kesehatan Tingkat Nasional

UHC Award di Tangan Iskandar–Deddy, Bolsel Diguyur Penghargaan Kesehatan Tingkat Nasional

Dana BOS Terancam, Disdikbud Bolsel Bawa Nasib Anak Penyintas Gunung Ruang ke Kementerian

Dana BOS Terancam, Disdikbud Bolsel Bawa Nasib Anak Penyintas Gunung Ruang ke Kementerian

16 Maret 2026
Terkuak Skandal Rekrutmen Polisi di Sulut, Oknum Polwan Rugikan Warga Bolsel Capai Ratusan Juta

Janji Loloskan jadi Polisi Berujung Dugaan Penipuan, Oknum Polwan di Sulut Disorot

15 Maret 2026
Perempuan Bangsa PKB Sulut Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Kader Lewat Bukber Ramadan

Perempuan Bangsa PKB Sulut Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Kader Lewat Bukber Ramadan

14 Maret 2026
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Anggota DPD RI CHM Gelar Buka Puasa Bersama di Kotamobagu

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Anggota DPD RI CHM Gelar Buka Puasa Bersama di Kotamobagu

14 Maret 2026
Penataan Kawasan Hutan Bolmong Dikebut, Yusra Buka Rapat Tata Batas HL Bakau Dumi dan Sungai Ilanga

Penataan Kawasan Hutan Bolmong Dikebut, Yusra Buka Rapat Tata Batas HL Bakau Dumi dan Sungai Ilanga

12 Maret 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection