NalarSulut—Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bergerak cepat dan agresif untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak tertinggal dalam akses pendidikan.
Langkah strategis itu ditunjukkan langsung oleh Bupati Yusra Alhabsyi dengan menemui Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (15/01/2026).
Pertemuan di Ruang Rapat Lantai 2 Kemensos ini menjadi titik krusial bagi Bolmong dalam mengamankan posisi daerah sebagai penerima manfaat Program Sekolah Rakyat, salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan mulai direalisasikan pada 2026.
Agenda pembahasan berfokus pada kesiapan teknis dan administratif daerah dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat—program strategis nasional yang dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk memutus keterbatasan akses pendidikan akibat faktor ekonomi.
Hasilnya, Bolmong berhasil masuk dalam peta prioritas. Dalam kesepakatan bersama, Provinsi Sulawesi Utara ditetapkan sebagai salah satu wilayah sasaran, dengan Desa Langagon, Kecamatan Bolaang diproyeksikan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program ini memang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan proses rekrutmen berbasis data masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah daerah berperan penting dalam memastikan data penerima manfaat tepat sasaran,” tegas Mensos.
Bupati Yusra Alhabsyi menyambut keputusan tersebut dengan optimisme tinggi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling atas perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurut Yusra, Sekolah Rakyat bukan sekadar fasilitas pendidikan, tetapi instrumen perubahan sosial yang dapat menekan angka putus sekolah dan memutus mata rantai kemiskinan struktural di Bolmong.
“Kehadiran Sekolah Rakyat akan membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkelanjutan,” ujar Yusra.
Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Kementerian Sosial atas sikap kooperatif dalam mengawal program ini bersama pemerintah daerah.
“Atas nama Pemda dan masyarakat Bolmong, kami berterima kasih kepada Pak Menteri dan jajaran Kemensos yang sangat terbuka dalam berkoordinasi,” katanya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat strategis Kemensos, antara lain Kepala Biro Umum Salahuddin Yahya, Kepala Pusdatin Kesos Joko Widiarto, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal, Kepala Pusdiklatbangprof Afrizon Tanjung, serta Tenaga Ahli Menteri Andy Kurniawan.
Dalam kunjungan itu, Bupati Yusra didampingi Kepala Dinas Sosial Bolmong Ernie Mokoginta dan sejumlah kepala bidang terkait yang menangani Program Sekolah Rakyat.
Dengan masuknya Bolmong sebagai lokasi prioritas, Pemkab Bolmong menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi program ini agar benar-benar berpihak pada anak-anak kurang mampu—menjadi lompatan besar menuju pendidikan yang lebih adil dan inklusif di Bolmong. (*)







