NalarSulut— Program padat karya pembangunan jalan produksi perkebunan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menorehkan cerita positif. Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, turun langsung meninjau sekaligus ikut bekerja bersama warga dalam pembangunan jalan tani yang dikerjakan secara swakelola masyarakat.
Kunjungan lapangan itu dilakukan pada Senin (08/12/2025) di dua lokasi berbeda: Desa Tapadaka Satu di Kecamatan Dumoga Tenggara dan Desa Doloduo Dua di Kecamatan Dumoga Barat.
Warga Antusias, Suasana Gotong Royong Menguat
Di Tapadaka Satu, Bupati Yusra menyaksikan langsung proses pengerjaan jalan perkebunan yang melibatkan puluhan warga. Nuansa gotong royong terlihat kuat—sebuah sinyal bahwa model swakelola pemerintah benar-benar menggerakkan partisipasi masyarakat.

Di Doloduo Dua, suasana makin hidup. Bupati tidak hanya memantau, tetapi juga ikut memegang alat kerja dan meratakan material sirtu bersama warga. Aksi spontan itu membuat masyarakat semakin bersemangat. Bahkan, beberapa kali Bupati melontarkan guyonan ringan yang membuat suasana cair dan penuh tawa.
Hal paling mencuri perhatian terjadi di Desa Doloduo Dua. Program padat karya yang awalnya ditargetkan hanya 700 meter, justru mampu direalisasikan menjadi 1.005 meter atau bertambah 305 meter.
Tambahan panjang jalan ini bukan karena penambahan anggaran, melainkan buah dari efisiensi dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Artinya, dengan melibatkan masyarakat, anggaran yang terbatas dapat dimanfaatkan lebih besar,” ujar Bupati Yusra.
Ia menyampaikan rasa bangganya karena masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek yang turut membangun desa mereka sendiri.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa jalan produksi perkebunan ini sangat vital bagi petani di wilayah Dumoga Raya.
“Saya berharap pembangunan jalan ini dapat meningkatkan akses mobilisasi hasil pertanian serta mempercepat pergerakan ekonomi di desa-desa,” ungkapnya.
Program padat karya dianggap sebagai langkah strategis untuk membuka keterisolasian lahan, memperpendek waktu angkut, dan menekan biaya produksi petani.
35 Kilometer Jalan Perkebunan Siap Dikebut Tahun 2025
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan pertanian, Pemkab Bolmong juga telah menyiapkan program peningkatan infrastruktur jalan perkebunan dan pertanian sepanjang sekitar 35 kilometer pada tahun 2025.
Program tersebut akan meliputi pengerasan, pemasangan paving block, pengecoran, hingga peningkatan konstruksi pada berbagai titik yang telah dipetakan berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Dinas PUPR.
“Pemerintah ingin produktivitas pertanian meningkat, akses petani semakin lancar, dan kesejahteraan masyarakat desa terus terdorong ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yusra turut didampingi Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Satpol-PP, para camat, para sangadi, serta tokoh masyarakat setempat.
Program padat karya ini sekaligus menjadi wujud hadirnya pemerintah di tengah masyarakat—bukan hanya memimpin dari kantor, tetapi juga turun langsung memastikan pembangunan berjalan maksimal. (Advetorial)







