NalarSulut—Rintik hujan turun membasahi halaman SD Negeri 1 Mongkoinit, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin (24/11/2025).
Hal itu tak mampu meruntuhkan semangat para guru yang terus berlatih paduan suara untuk persiapan Hari Guru Nasional (HGN).
Di tengah gemuruh langkah dan lantunan suara para guru, tampak sosok bertubuh mungil yang menjadi pusat perhatian. Dialah Aripin Supu, Kepala Sekolah SDN 1 Mongkoinit—seorang pemimpin yang tak pernah lelah memberikan arahan, motivasi, dan energi bagi para guru di sekolah itu.
Pemimpin Sederhana dengan Dedikasi Tanpa Batas
Nama Aripin Supu cukup dikenal luas. Bagi warga SDN 1 Mongkoinit, ia adalah figur sentral, penggerak, sekaligus penyemangat tanpa henti.
Mengawali karier sebagai guru di SDN Totabuan, kemudian di SD Cokro Solog, Aripin dipercaya memimpin SDN 1 Mongkoinit sejak 2009. Ia mengabdikan diri melewati berbagai tantangan dunia pendidikan.
“Saya sangat suka mengajar,” tuturnya dengan mata berbinar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/11/2025).
Bagi Aripin, setiap hari di sekolah adalah ruang belajar baru. Bukan soal kesulitan, melainkan peluang untuk terus berinovasi.
“Setiap kegiatan memiliki dinamika sendiri. Justru di situlah letaknya seni dalam mengelola sekolah,” katanya sambil tersenyum.
Ia menjelaskan, keberagaman karakter siswa dan guru justru menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ekosistem pendidikan yang hidup.
“Yang penting adalah bagaimana kita menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tetap menjaga semangat seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Meski begitu, Aripin tetap optimistis. Ia percaya, kualitas pendidikan lahir dari sistem yang rapi, guru yang berkomitmen, dan kepemimpinan yang mengayomi.
Membawa Perubahan untuk Sekolah Tercinta
Yang paling membekas dalam perjalanan panjang Aripin bukanlah penghargaan, melainkan kesempatan membuat perubahan nyata.
“Semoga SDN 1 Mongkoinit dapat memberi warna dan andil dalam dunia pendidikan Bolmong yang kita cintai ini,” harapnya.
Di bawah kepemimpinannya, SDN 1 Mongkoinit tak hanya dikenal karena kedisiplinannya, tetapi juga karena keharmonisan kerja para guru yang terlihat jelas—bahkan di tengah hujan sekalipun. (*)







