NalarSulut— Polemik dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret perayaan Hari Guru Nasional (HGN) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kini berbuntut panjang.
Bukan hanya melahirkan bantahan keras dari Dinas Pendidikan, tetapi juga mengacam batalnya ajang penghargaan guru berprestasi yang selama ini menjadi salah satu kegiatan paling dinantikan oleh para tenaga pendidik.
Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Bolmong, Hance Mokodompit, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian agenda HGN, termasuk seleksi guru berprestasi tingkat TK, SD, dan SMP, berpotensi dihentikan sementara.
“Rencananya itu, seleksi guru berprestasi dari jenjang TK, SD sampai SMP hingga rangkaian kegiatan lainnya dalam rangka memperingati HGN 2025 masih dipending dulu,” ujar Hance, Sabtu 15 November 2025.
Kegiatan tersebut diketahui awalnya akan dilaksanakan di SMP 5 Kecamatan Lolayan pada Senin pekan depan. Namun kegaduhan terkait isu pungutan dana partisipasi membuat panitia memilih langkah hati-hati.
Ketua Panitia HGN Bolmong, Murdani Mokodongan, membenarkan keputusan tersebut. Menurutnya, program penghargaan “Guru Bolmong Juara Berprestasi 2025” merupakan inisiatifnya sendiri, lengkap dengan dasar hukum dan panduan resmi dari Ditjen GTK Kemendikdasmen RI.
“Namun sayang, akibat polemik yang terjadi semua kegiatan dibatalkan termasuk penghargaan guru berprestasi. Kemungkinan besar HGN tahun ini guru-guru di Bolmong tidak ada kegiatan,” ungkapnya.
Murdani bahkan telah mengambil langkah meredam keresahan publik dengan mengusulkan pengembalian dana yang telah dikumpulkan dari kepala sekolah.
“Supaya polemik ini tidak berlanjut, saya bahkan telah menyarankan agar dana yang sudah terkumpul dikembalikan ke kepala-kepala sekolah,” tegasnya.
Di tengah memanasnya situasi, muncul suara harapan dari para pendidik. Salah satunya Govinda Papuangan, guru SD Wangga Baru, yang menyampaikan agar kegiatan guru berprestasi tidak disetop.
“Saya secara pribadi mendukung penuh kegiatan guru berprestasi, dan berharap agar kegiatan bisa berlanjut,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada keputusan final dari panitia maupun Dinas Pendidikan terkait nasib HGN 2025 di Bolmong. Para guru hanya bisa berharap agar polemik ini segera menemukan titik terang, sehingga momentum apresiasi bagi tenaga pendidik tidak hilang begitu saja. (*)







