NalarSulut—Sosok Aswan Hemeto kembali mencuri perhatian publik sepak bola daerah. Mantan pelatih Panipi Raya FC Gorontalo itu, kini menahkodai tim kebanggaan Desa Tobayagan Selatan, Pesto Harimau FC, yang tampil gemilang dengan kemenangan telak 5–0 atas Generasi Muda Pogaluman FC Desa Torosik dalam laga Grup G babak pengisian Bupati Cup IV Bolaang Mongondow Selatan 2025, di Lapangan Garuda Pinolosian pada Senin (27/10) lalu.
Dari pinggir lapangan, Coach Aswan tampak tenang namun tegas. Instruksinya jelas, arahannya penuh keyakinan, dan semangatnya menular ke seluruh pemain. Pesto Harimau FC tampil disiplin, solid, dan agresif sepanjang pertandingan — memperlihatkan karakter permainan yang menjadi ciri khas pelatih asal Gorontalo ini.
“Kemenangan ini hasil dari kerja sama dan kepercayaan. Anak-anak bermain dengan hati, bukan hanya untuk menang, tapi untuk mengharumkan nama desa,” ujar Coach Aswan Hemeto penuh optimisme.
Nama Aswan Hemeto sudah lama dikenal di lingkar sepak bola Sulawesi. Ia pernah membawa Panipi Raya FC ke final Liga 3 Gorontalo 2021, dan sejak itu dikenal sebagai pelatih yang menekankan kedisiplinan, semangat kebersamaan, serta filosofi “Satu tim, satu hati, satu tujuan.” Kini, nilai-nilai itu ia tanamkan kepada para pemain muda Tobayagan Selatan.
Bagi Coach Aswan, sepak bola desa bukan hanya ajang kompetisi, tapi wadah untuk menumbuhkan karakter, disiplin, dan harapan. “Setiap desa punya potensi. Kita hanya perlu percaya bahwa mereka bisa bersaing,” tambahnya.
Kemenangan 5–0 menjadi modal penting bagi Pesto Harimau FC menjelang laga berikutnya. Tim asuhan Aswan dijadwalkan akan berhadapan dengan Bintang Selection Dumagin B pada Selasa, 8 Oktober 2025 mendatang — laga yang diprediksi akan berlangsung sengit dan menjadi pembuktian konsistensi tim kebanggaan Tobayagan Selatan di ajang Bupati Cup IV Bolsel.
Dengan semangat dan karakter yang dibangunnya, Coach Aswan Hemeto kini bukan sekadar pelatih, tapi inspirasi bagi generasi muda Bolsel: bahwa dari desa kecil pun, semangat besar bisa menyalakan mimpi yang lebih jauh. (*)







