• Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Februari 2026
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
NALARSULUT.id | Kritis Mengupas, Jelas Mengabarkan
No Result
View All Result

Sosok mantan Gubernur Sulawesi Pencetus Jalan Tol Pertama di Indonesia, Segini biaya pembangunannya

Anggota Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow sebut jalan tol terbaik

20 Februari 2025
A A
Sosok mantan Gubernur Sulawesi Pencetus Jalan Tol Pertama di Indonesia, Segini biaya pembangunannya

Sosok mantan Gubernur Sulawesi Pencetus Jalan Tol Pertama di Indonesia, Segini biaya pembangunannya. (Kolase foto Rinaldi Potabuga/Nalarsulut.id)

BagikanBagikan

NalarSulut—Sebagian orang mungkin masih asing dengan nama jalan tol Jagorawi.

Jagorawi merupakan singkatan dari Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Jalan tol pertama di Indonesia.

Anggota Komisi V DPR RI, Yasti Soepredjo Mokoagow menyebutkan jalan tol Jagorawi adalah jalan tol terbaik di Indonesia.

“Jalan tol Jagorawi adalah jalan tol terbaik di Indonesia,” ungkap YSM, saat RDP dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu 19 Februari 2025.

Lantas siapa pencetus jalan tol Jagorawi, dan menelan biaya berapa?.

Dikutip dari Wikipedia, Raden Soediro Hardjodisastro, lahir 24 April 1911, seorang pendidik dan politisi pemerintahan di Indonesia.

Ia dikenal sebagai Wali kota Jakarta (Jabatan setara dengan Gubernur pada saat itu) pada periode 1953–1960 dan Gubernur Sulawesi pada periode 1951–1953 sekaligus anggota Konstituante RI hasil Pemilihan Umum 1955 mewakili Partai Nasional Indonesia (PNI).

Cikal bakal Jalan Tol Jagorawi, Ditantang dan lahirnya Jasa Marga

Dilansir dari situs BUMN Info, ide pembangunan berawal dari Raden Soediro yang pada masa itu menjabat sebagai Gubernur Jakarta yang resah karena kas Jakarta mulai menipis setelah membangun Jalan Soedirman dan M.H. Thamrin. Kemudian tercetus ide untuk memiliki jalan bebas hambatan berbayar seperti yang sudah ada di beberapa negara lain.

Pada tahun 1970, seiring bertambahnya jumlah kendaraan di Jakarta kondisi lalu lintas di Jakarta macet. Pada tahun itu, tercatat ada 222.000 kendaraan. Akhirnya, usulan Sudiro untuk membangun jalan tol akhirnya dipertimbangkan.

Jalan tol Jagorawi menelan biaya Rp. 16 Miliar, proyek pertama yang didanai APBN dan utang luar negeri.

Sayangnya, banyak hambatan dan penolakan di awal pembangunannya. Seperti anggapan jalan tol akan menghambat kelancaran lalu lintas serta beberapa anggota dewan menyebut, penarikan uang atau pajak untuk jalan merupakan kebijakan yang sudah usang dan berpotensi menimbulkan perpecahan, seperti yang pernah terjadi pada masa kolonial Belanda.

Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) saat itu, Ir. Sutami mengusulkan supaya jalan baru Jakarta-Bogor dijadikan sebagai jalan tol berbayar, dengan tujuan untuk membiayai pengoperasian dan pemeliharaan tanpa membebani anggaran pemerintah pusat.

Ir. Sutami mengusulkan supaya jalan baru Jakarta-Bogor dijadikan sebagai jalan tol berbayar, dengan tujuan untuk membiayai pengoperasian dan pemeliharaan tanpa membebani anggaran pemerintah pusat.

Pada 25 Februari 1978, pemerintah mengeluarkan PP Nomor 4/1978 tentang Penyertaan Modal Negara RI untuk pendirian persero yang mengurusi dan mengelola infrastruktur jalan raya.

Tak berselang lama, pada tanggal 1 Maret 1978 berdirilah PT Jasa Marga, sebagai perusahaan yang memiliki tugas mengelola Tol Jagorawi. (*)

Komentar Facebook
Previous Post

Yasti Soepredjo Mokoagow Sebut Jalan Tol Jagorawi Terbaik di Indonesia, ini Alasan dan Sumber Dananya

Next Post

Pemkab Bolmong Umumkan Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II, Cek Disini Nama-namanya

Next Post
Pemkab Bolmong Umumkan Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II, Cek Disini Nama-namanya

Pemkab Bolmong Umumkan Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II, Cek Disini Nama-namanya

Dari Tambang ke Hutan Harapan: Iskandar-Yusra dan Kajati Sulut Kobarkan Revolusi Hijau di Pusian

Dari Tambang ke Hutan Harapan: Iskandar-Yusra dan Kajati Sulut Kobarkan Revolusi Hijau di Pusian

6 Februari 2026
Tak Bisa Diperpanjang, Yulius Selvanus Tunjuk Denny Mangala Gantikan Tahlis sebagai Plh Sekprov Sulut

Tak Bisa Diperpanjang, Yulius Selvanus Tunjuk Denny Mangala Gantikan Tahlis sebagai Plh Sekprov Sulut

5 Februari 2026
Yusra Alhabsyi Jaga Marwah Bolmong di Ibu Kota, Anjungan TMII Jadi Benteng Identitas Daerah

Yusra Alhabsyi Jaga Marwah Bolmong di Ibu Kota, Anjungan TMII Jadi Benteng Identitas Daerah

4 Februari 2026
Iskandar–Deddy Gebrak Bolsel, Seruan Prabowo Disulap Jadi Gerakan Rakyat Bersihkan Daerah

Iskandar–Deddy Gebrak Bolsel, Seruan Prabowo Disulap Jadi Gerakan Rakyat Bersihkan Daerah

4 Februari 2026
Yusra Alhabsyi Gaspol di Rakornas 2026, Bolmong Siap Mengawal Agenda Besar Presiden

Yusra Alhabsyi Gaspol di Rakornas 2026, Bolmong Siap Mengawal Agenda Besar Presiden

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2024 NALARSULUT.id

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLSEL
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection